<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846</id><updated>2011-07-07T16:35:07.758-07:00</updated><category term='musim gugur'/><title type='text'>Marissa Haque Go Green</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-6686753249328958108</id><published>2009-08-25T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T23:17:51.497-07:00</updated><title type='text'>Tulisan Linda Jalil untuk Amris Fuad Hasan: Keduanya Temanku yang di Sayang Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTScb3NnYI/AAAAAAAAAmU/Z3rZPNNq6mM/s1600-h/1-amris-fuad-hasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTScb3NnYI/AAAAAAAAAmU/Z3rZPNNq6mM/s400/1-amris-fuad-hasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374151641317350786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca tulisan tentang pak dubes yang satu ini, ingatan saya melayang ke zaman SMP. Sekelas dengan Ampi yang berseragam putih abu-abu celana pendek sedengkul, yang biasa dipanggil dari seorang Amris Hasan, sungguh menyenangkan. Ia duduk hanya dua baris di samping saya. Santun, tertawa seperlunya, agak pendiam, tetapi tekun dan cerdas. Ayahnya sudah menjabat meski belum menjadi menteri P&amp;amp;K waktu, tetapi Amris Hasan tidak pernah petentengan sebagaimana ‘anak pejabat di Menteng’ lain yang bersekolah di tempat yang sama, SMP Negeri I Cikini. &lt;p&gt;Saya juga teringat ketika sudah menjadi mahasiswa, hampir setiap pagi bertemu Chappy Fuad Hasan, ibu Amris di ruang dosen. Selalu menyapa dengan hangat dan seringkali melingkari tangannya ke pundak saya. “Ayo dong main ke rumah. Kamu kan teman kecil Ampi”, ujar bu dosen. Keluarga itu memang satu sama lain hangat sekali. Sampai-sampai, putra putri ini hanya memanggil ayahnya dengan “Ad” saja….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fuad Hasan, sang menteri yang banyak sekali fansnya itu, juga sering saya ‘pelototi’ ketika asap rokok mengebul-ngebul tiada henti. Saat saya bertugas di Istana dan menyatakan ketidaksukaan terhadap rokok yang selalu ditentengnya sebelum menghadap Presiden, Fuad Hasan selalu bilang, “Hehee.. jangan tanya saya kapan berhenti. Ini kan obat, Lin!”&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTS1upxYsI/AAAAAAAAAmc/Vxz1vw2ttb4/s1600-h/2-fuad-hasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 318px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTS1upxYsI/AAAAAAAAAmc/Vxz1vw2ttb4/s400/2-fuad-hasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374152075857978050" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ketika saya mengadakan konser Ulang Tahun umur yang semakin bertambah, saya menawarkannya untuk bermain biola di muka umum, membawakan lagu yang saya ciptakan. Lalu ia bilang, “Pertama saya ada resepsi pernikahan saudara dekat. Kedua saya sudah jompo nggak bisa sebaik dulu lagi main biola..”, sembari tertawa terkekeh-kekeh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali ke Amris Hasan. Eh.. nanti dulu….mengingat dia, mau tak mau memang saya teringat seluruh keluarga itu. Adiknya yang wanita, pemilik galeri lukisan, juga super ramah dan gesit . sekali. Paman Amris, Qadir Basalamah adalah pria bersahaja yang memang disekolahkan dan tinggal di rumah kakek saya tahun-tahunan. Adik Fuad Hasan ini tekun sekali, sampai akhirnya menjadi dirjen haji di masa lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amris Hasan, si celana pendek putih abu-abu itu tahu-tahu sudah di DPR. Tahu-tahu lagi ia sudah terbang ke New Zealand menjadi duta besar di sana. Tak heran memang. Tampan, politikus handal, temannya sejuta umat, dan kini dia memang tidak pendiam seperti dulu. Menjelang keberangkatannya menempati posisi duta besar, hampir tiap minggu saya memergokinya di toko mebel di kawasan Kemang. Dengan teliti ia memilih barang-barang, memesan model, mengukur dengan cermat. “Buat apa’an si h Mpi?”, tanya saya. Ternyata ia sedang mengisi rumah kedua orang tuanya. Meja kecil, tempat tidur, sampai hal-hal yang kecil pun diamati di toko itu. Tampaknya akhirnya ia memang memesan di tempat itu. Dasar Amris.., dia pula sendiri yang berbelanja tanaman, bunga , jauh-jauh ke pasar Rawabelong. Saya jadi teringat almarhum ayah saya. Urusan rumah tangga sampai merangkai bunga di jambangan tak luput dari perhatian. Dulu ketika anaknya muncul berturut-turut, juga ada yang kembar, saya pernah berkelakar, “Rasain lu Mpi… punya anak banyak… jadi harus urus yang baik, kerja keras, dan rangkul semuanya yaaaa!”. Dan Amris pun tertawa lebar sembari memuji-muji istrinya yang cantik, putri Faisal Abda’oe mantan dirut Pertamina itu. Saya juga sungguh berduka ketika Fuad Hasan wafat. Amris datang dari New Zealand dengan penuh duka. Rumah yang apik, yang saya bayangkan hasil penataan Amris bagi ayah bundanya, tentu akan sepi kehilangan satu penghuninya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum lama ini, p ak dubes ini berkali-kali menulis di facebook, agar saya mampir ke negeri yang sedang ia tempati. Tampaknya tugas Amris di sana tak lama lagi. Semoga saja ia loncat lagi menjadi kepala perwakilan di tempat lain lagi. Buah tak jauh dari pohonnya. Fuad Hasan yang disayang banyak orang, supel bergaul, dan telah memberikan banyak kebaikan bagi negeri ini.., kelihatannya akan dan mulai diikuti oleh Amris. Semoga saja….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-6686753249328958108?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/6686753249328958108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=6686753249328958108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/6686753249328958108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/6686753249328958108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/tulisan-linda-jalil-untuk-amris-fuad.html' title='Tulisan Linda Jalil untuk Amris Fuad Hasan: Keduanya Temanku yang di Sayang Allah'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTScb3NnYI/AAAAAAAAAmU/Z3rZPNNq6mM/s72-c/1-amris-fuad-hasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-8130281526316756577</id><published>2009-08-23T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T23:38:28.225-07:00</updated><title type='text'>Amris Fuad Hasan Kawan Baik PDIP-ku Dubes RI Pilihan SBY untuk New Zealand</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:'Arial','sans-serif';font-size:78%;"  &gt;&lt;strong&gt;Oleh : M. Aji Surya, Deplu, New Zealand&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 1.15pt 1.15pt 3.45pt 0in; text-align: justify;"&gt;Memanfaatkan jaringan lama&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTV6ciWIrI/AAAAAAAAAmk/E9qm1xndVHM/s1600-h/1-amris-fuad-hasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTV6ciWIrI/AAAAAAAAAmk/E9qm1xndVHM/s400/1-amris-fuad-hasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374155455429223090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.6pt 6.9pt 1.15pt 0in; text-align: justify;"&gt;Orangnya supel, ramah dan banyak senyum, alias &lt;em&gt;gaul abis&lt;/em&gt;. Begitu kesan pertama yang sering muncul saat bertemu Amris Hassan, Duta Besar RI untuk Selandia Baru. Selain suka &lt;em&gt;ngejoke&lt;/em&gt; dengan bahasa Inggrisnya yang &lt;em&gt;casciscus&lt;/em&gt;, ia pandai membagi waktu untuk menyambangi siapa saja yang pernah dikenalnya. Tidak heran, setahun duduk di kursi Dubes di Wellington, kawannya sudah &lt;em&gt;seabreg&lt;/em&gt;. Mereka adalah pejabat eksekutif maupun parlemen. ”Pak Dubes kemana-mana sudah jalan sendiri,” aku Hermono, staf senior bidang politik KBRI.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.6pt 6.9pt 1.15pt 0in; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 1.15pt 1.15pt 3.45pt 0in; text-align: justify;"&gt;Memang, menghadapi pekerjaan tipikal diplomasi bukan barang baru bagi sang Dubes. Kegiatan negosiasi, tarik ulur dan &lt;em&gt;take and give&lt;/em&gt; menjadi makanan harian semasa menjadi politisi papan atas salah satu partai terbesar di Indonesia. Selain itu, sebagai politisi, iapun wajib membina hubungan baik dengan konstituen maupun para pejabat. Tidak kurang, banyak menteri menjadi karibnya. Berbekal pengalamannya itu, Amris Hassan merasa tidak berat manakala harus berubah haluan menjadi seorang diplomat. &lt;/p&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 1.15pt 1.15pt 3.45pt 0in; text-align: justify;"&gt;Bulan-bulan pertama, stafnya masih sibuk mengatur perkenalan dengan berbagai pejabat setempat, setelah itu semuanya dilakukan sendiri. Masalahpun menjadi ringan karena jaringan lamanya masih eksis. ”Kalau perlu, saya biasa angkat telepon dengan beberapa pejabat tinggi pemerintah di Jakarta yang pernah menjadi rekan dan mitra di DPR agar keputusan bisa diambil lebih cepat,” ujar putra mantan Mendikbud Fuad Hassan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTWcvdbycI/AAAAAAAAAm0/WuNAe0bX3Ao/s1600-h/2-fuad-hasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTWcvdbycI/AAAAAAAAAm0/WuNAe0bX3Ao/s400/2-fuad-hasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374156044624447938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sisi lain, pria yang mengendalikan usahanya dari jarak jauh ini mengaku perlu adaptasi dengan masalah birokrasi. Meski kini sudah biasa, namun saat mulai dirasakan cukup berat. ”Saya dulu memang tidak biasa menghadapi tumpukan kertas yang butuh disposisi dan tanda tangan. Walapun begitu, ini semua kan dinamika hidup, sehingga saya jalani dengan sepenuh hati,” ujarnya sambil terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.aksesdeplu.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-8130281526316756577?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/8130281526316756577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=8130281526316756577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8130281526316756577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8130281526316756577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/amris-fuad-hasan-kawan-baik-pdip-ku.html' title='Amris Fuad Hasan Kawan Baik PDIP-ku Dubes RI Pilihan SBY untuk New Zealand'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpTV6ciWIrI/AAAAAAAAAmk/E9qm1xndVHM/s72-c/1-amris-fuad-hasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-275623568056284220</id><published>2009-08-23T21:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:49:21.316-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Awet Muda 3 Selebriti: Soraya, Shahnaz, Marissa Haque</title><content type='html'>&lt;img src="http://d.yimg.com/hb/xp/viva/20090819/07/2176206797-rahasia-awet-muda-3-selebriti.jpg?x=210&amp;amp;y=158&amp;amp;sig=poXOHybCzheBohxv.OgihQ--" alt="" width="363" align="left" height="271" /&gt;&lt;cite class="caption"&gt;&lt;strong&gt;Haque bersaudara&lt;/strong&gt;&lt;/cite&gt;  &lt;div class="content"&gt; &lt;p&gt;VIVAnews -  Sulit membedakan siapa yang tercantik diantara Haque bersaudara. Kecantikan Marissa, Soraya, dan Shahnaz Haque terpancar dari fisik dan kepribadian mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga saudara itu juga sukses menekuni bidang masing-masing. Belakangan si sulung Marissa, 46, atau biasa disapa Ica, terus mengejar ambisinya sebagai politisi. Sementara, Soraya, 44, konsisten dengan dunia modeling yang ia tekuni sejak tahun ‘80-an, meski sekarang lebih banyak di belakang panggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan tanya mengenai si bungsu Shahnaz. Suara renyah istri musisi Gilang Ramadhan itu biasa menyapa para pendengar radio setiap hari. Tiga saudari yang sama-sama cantik ini memang memiliki jalan hidup yang berbeda, tapi mereka memiliki satu kesamaan, yaitu, sama-sama hobi ngomong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk urusan kecantikan, Marissa dan Shahnaz juga kompak. Si sulung dan si bungsu mengaku belajar merawat kecantikan dari saudara mereka Soraya. “Aya yang paling cantik diantara kita bertiga. Rambut paling panjang. Mampu menjaga kelangsingan tubuh di usianya sekarang. Mampu bertahan senyum paling lama sampai bibir kering,” kata Marissa, saat ditemui di Plaza Sentral, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2009.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian halnya dengan Shahnaz, ibu tiga putri itu bilang, rahasia kecantikannya diperoleh dari Soraya. “Karena saya ini perempuan jadi-jadian,” kata Naz tertawa. Meski demikian, Ica, Aya, dan Naz punya tips sendiri-sendiri untuk menjaga kulit tetap awet muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marissa mengatakan, ia rajin minum air dan tak pernah lupa tersenyum. Selain itu, untuk kecantikan batin, ibu dari Bella dan Kiki itu bilang, ia rajin bersyukur setiap akan memulai hari, dan selalu berpikir positif. Aya punya pendapat berbeda. Ia bilang, hidup itu tergantung dari apa yang kita makan, dan apa yang kita pikirkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak akan membuat kulit cepat tua,” tambah perempuan yang paling berani berbusana seksi diantara dua saudaranya itu. Tips Shahnaz lebih sederhana dibanding dua kakaknya. Naz bilang, “Resep awet muda dasarnya adalah cinta.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak heran, jika perempuan pada umumnya takut tua, Haque bersaudara tidak. Menjadi tua adalah sesuatu yang alami. Yang penting, kata Aya, perempuan tidak boleh merasa tua. Sementara, Naz punya pendapat unik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia bilang, seseorang tidak boleh mengumbar kesedihan. “Berhentilah mengeluh. Yang kaya gitu biasanya cepet mat,”ujar Naz dengan gaya bicaranya yang blak-blakan.&lt;/p&gt; &lt;img src="http://sg.yimg.com/i/id/fp/vivanews.jpg?x=114&amp;amp;y=27&amp;amp;sig=oBNxIivq6wgqQS8wZaaVhg--" alt="VIVAnews" width="114" align="left" height="27" /&gt;Sumber: &lt;cite&gt;By Irina Damayanti, Windratie&lt;/cite&gt; - &lt;abbr class="timedate" title="Rabu, Agustus 19"&gt;Rabu, Agustus 19, 2009&lt;/abbr&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-275623568056284220?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/275623568056284220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=275623568056284220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/275623568056284220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/275623568056284220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/rahasia-awet-muda-3-selebriti-soraya.html' title='Rahasia Awet Muda 3 Selebriti: Soraya, Shahnaz, Marissa Haque'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-2599058247034951381</id><published>2009-08-21T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:44:19.859-07:00</updated><title type='text'>Trio Shahnaz, Soraya, Marissa Haque: ‘Think Beauty is Think Happy’</title><content type='html'>&lt;img src="http://d.yimg.com/hb/xp/kplg/20090819/20/1075532372-trio-haque-think-beauty-is-think-happy.jpg?x=213&amp;amp;y=106&amp;amp;sig=7pj5SmQI9hMQhkKhstw7yA--" alt="" width="342" align="left" height="189" /&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;cite&gt;&lt;strong&gt;Kapanlagi.com - &lt;abbr class="timedate" title="Kamis, Agustus 20"&gt;Kamis, Agustus 20, 2009, Restaurant Kembang Goela, Jakarta.&lt;/abbr&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="byline"&gt;&lt;cite&gt;&lt;abbr class="timedate" title="Kamis, Agustus 20"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kecantikan trio Haque yakni Marissa, Soraya, dan Shahnaz masih bersinar di usia mereka yang bisa dibilang tidak muda lagi. Tak heran jika akhirnya mereka dinobatkan sebagai ikon salah satu produk kecantikan, padahal di tahun ini usia Marissa 47 tahun, Soraya 44 tahun, sementara Shahnaz 37 tahun.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dijumpai di acara Olay 7 Wanita 7 Rahasia Dengan Hati di Restoran Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8), Marissa menuturkan untuk menjaga kesehatan kulit, biasanya keluarga mereka memilih perawatan yang khusus. Pasalnya, peluang mereka menderita kanker lebih besar karena menurun secara genetika.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Untuk umur saya yang segini ini bukan lagi memakai pelembab, tapi serum, karena keluarga kami mempunyai &lt;em&gt;genetic cancer&lt;/em&gt;, jadi lebih cepat menopause dan cenderung kulit kering. (Tapi) yang paling penting adalah &lt;em&gt;think beauty is think happy&lt;/em&gt;,” kata Marissa.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Soraya menambahkan jika bertambahnya usia sama sekali bukan masalah dalam keluarga mereka. Malahan menjadi tua adalah sesuatu alami yang bahagia. “Kalau merasa tua itu akan beda dengan menjadi tua. Kalau merasa tua, apa yang ada di dalam pikiran yang harus kita takutkan adalah bagaimana kita bertambah usia tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk orang lain,” katanya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Shahnaz juga ikutan berbagi tips rahasia mereka untuk selalu menjaga kestabilan kecantikan. Kuncinya hanya satu, selalu merasa bahagia walau sedang ada masalah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kita bahagia, ketawa-ketawa, tidak mengumbar kesedihan itu akan tetap akan kelihatan muda. Berhentilah mengeluh karena memang lebih banyak mengeluh daripada senang. Kalau mengeluh terus, matinya cepat deh,” ujarnya seraya tersenyum. (kpl/gum/boo)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-2599058247034951381?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/2599058247034951381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=2599058247034951381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/2599058247034951381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/2599058247034951381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/trio-shahnaz-soraya-marissa-haque-think.html' title='Trio Shahnaz, Soraya, Marissa Haque: ‘Think Beauty is Think Happy’'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-5787129913505929424</id><published>2009-08-20T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:37:57.159-07:00</updated><title type='text'>Sarung NU dan Bapia Isi Keju: Kenangan dalam Kelas Bu Anita Lestari, FEB, UGM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS69KSIHXI/AAAAAAAAAlk/3iGeVTArpk4/s1600-h/1-kelas-marissa-haque-di-ugm-feb-kelas-23-b-juli-2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS69KSIHXI/AAAAAAAAAlk/3iGeVTArpk4/s400/1-kelas-marissa-haque-di-ugm-feb-kelas-23-b-juli-2009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374125815255014770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Empat orang dosen yang mengajarku dikelas S2-ku yang ‘kesekian’ di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Gajah Mada semuanya orang hebat, rendah hati, sangat &lt;em&gt;down-to-earth&lt;/em&gt;, serta mampu mentransfer seluruh ilmu yang sejujurnya belum pernah saya miliki sebelumnya untuk kujadikan bekal didalam menjalani kehidupan sesungguhnya diluar kampus – didalam/diluar negeri – yang lebih sering sangat tidak ramah kepada kita semua tanpa terkecuali. Namun ciri yang menjadi diferensiasi mereka masing-masing dari keempat dosen tersebut didalam mengajar, menjadikan kenangan yang unik-berbeda bagiku. Saya akan memulainya dengan Bu &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dra. Anita Lestari, MSi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; seorang psikolog yang mengajarkan beberapa &lt;em&gt;psychology approaches&lt;/em&gt; untuk mata kuliah &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;OB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; (&lt;em&gt;Organizational Behavior&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bu Anita yang lembut sapa tersebut mengajarkan antara lain tentang pentingnya arti beradaptasi ditempat kerja, menjembatani jurang pembeda, mampu membuat keputusan penting disaat genting, dan lain sebagainya. Juga ada beberapa pelajaran yang menyangkut ilmu &lt;em&gt;system&lt;/em&gt; yang sebelumnya telah saya dapatkan di kelas Doktor PSL, IPB saya ulang kembali dengan pemahaman yang tentu lebih baik melalui kelas Bu Anita ini. Malah ilmuku dimasa kuliah di IPB lalu, diperkaya dengan ilmu&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Leadership&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang merupakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;style&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; didalam sebuah &lt;em&gt;management&lt;/em&gt;/tata kelola di UGM. Bahkan ketika saya menuliskan &lt;em&gt;final individual paper&lt;/em&gt; kemarin, saya mengusung tentang seorang pemimpin yang wajib membantu sebuah tata kelola buntu didalam pencurian kayu hutan/&lt;em&gt;illegal logging&lt;/em&gt; di Indonesia melalui ‘tangan besi’ kepemimpinanan hukum dalam &lt;em&gt;system&lt;/em&gt;. Bahwa liberalisasi melalui jargon &lt;em&gt;novus ordo seclorum&lt;/em&gt; didalam lembaran $1 US, hanya mampu di’patahkan’/dibuat lebih seimbang – &lt;em&gt;sustainable development&lt;/em&gt; – bilamana sang pemimpin utama mempunyai visi dan misi kuat didalam &lt;em&gt;decision making&lt;/em&gt;-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS7ngkB9aI/AAAAAAAAAls/tkuI3hea3ic/s1600-h/2-marissa-haque-feb-ugm-2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS7ngkB9aI/AAAAAAAAAls/tkuI3hea3ic/s400/2-marissa-haque-feb-ugm-2009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374126542790194594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Mungkin saya termasuk salah satu mahasiswi yang paling kritis dikelas. Bahkan ada sebuah kejadian lucu sehingga nama saya kerap dipanggil Bu Anita dengan julukan “&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Marissa si Sarung NU&lt;/span&gt;,” ceritanya gara-gara kami sekelas diminta untuk menebak sebuah gambar yang memiliki minimal 24 makna didalamnya. Nah, begitu sudah mencapai tebakan ke 15 kami dikelas mulai &lt;em&gt;stuck&lt;/em&gt; dan ‘agak-agak’ mulai ‘&lt;em&gt;ngaco&lt;/em&gt;.’ Entah dapat ide darimana saya hanya melihat dua tumpuk lilitan diatas gambar mirip nenek-nenek itu seibarat sorban yang terbuat dari kain sarung untuk sholat warna kotak-kotak hijau yang sering dipakai keluarga besar NU-ku di Jawa Timur. Spontan saja saya menjawab: “Sarung NU Bu Anita…” Tentu seisi kelas tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali Bu Anita. Dan lengkaplah sudah setelah itu nama saya sering terpanggil dengan “&lt;strong&gt;Marissa Sarung NU&lt;/strong&gt;.” Pernah juga Bu Anita saya puji kelihatan sangat manis ketika pakai jilbab warna hijau – yang memang lain dari kebiasaannya yang lebih sering didominasi jilbab putih atau coklat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS77NV4UDI/AAAAAAAAAl0/9CSlnoU9RXo/s1600-h/3-tim-ob-di-feb-ugm-marissa-haque-cs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 350px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS77NV4UDI/AAAAAAAAAl0/9CSlnoU9RXo/s400/3-tim-ob-di-feb-ugm-marissa-haque-cs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374126881227952178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Namun ada yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup – karena yang ini tak pernah dilakukan oleh para dosen lainnya – adalah disaat beberapa kali Bu Anita hadir dikelas khusus membawakan kami Bapia isi beraneka macam rasa. Terharu-biru kami sekelas menikmati jajanan khas Yogyakarta tersebut. Dari berbagai isi yang ada didalamnya, saya menyukai yang isi keju. Sehingga biasa sering ber-&lt;em&gt;email&lt;/em&gt;-ria dengan beliau dan ditanyakan mau dibawakan apa dari kampung halamannya, maka spontan kami dikelas mengatakan: ”Bapia Buuuuu…” Kalau &lt;span&gt; &lt;/span&gt;sekarang saya ditanya maka akan mengatakan hal yang sama namun dengan sedikit diferensiasi: ” Bapia Isi Keju Buuuuu…” (&lt;em&gt;smile&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=""&gt;Ah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=""&gt;!… &lt;em&gt;ngangeni&lt;/em&gt; memang kelas Bu Anita itu… tak sabar rasanya untuk bersegera kembali kuliah di FEB, UGM. Libur selama 3 minggu ini rasanya sungguh terlalu lama. Memang terbukti, bahwa sekolah yang baik, &lt;em&gt;respectable university&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;management &lt;/em&gt;yang baik serta tidak korup – terkait dengan pidana pendidikan – akan membuat siapapun &lt;em&gt;stakeholders&lt;/em&gt; didalamnya merasa betah serta ingin memberikan karya terbaik yang mampu dihasilkannya sebagai anak bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terimakasih banyak Bu Anita yang saya sayangi… terimakasih FEB, UGM… &lt;em&gt;jazakumullah khoir&lt;/em&gt;… &lt;strong&gt;&lt;em&gt;God bless you all.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-5787129913505929424?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/5787129913505929424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=5787129913505929424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5787129913505929424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5787129913505929424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/sarung-nu-dan-bapia-isi-keju-kenangan.html' title='Sarung NU dan Bapia Isi Keju: Kenangan dalam Kelas Bu Anita Lestari, FEB, UGM'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS69KSIHXI/AAAAAAAAAlk/3iGeVTArpk4/s72-c/1-kelas-marissa-haque-di-ugm-feb-kelas-23-b-juli-2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-7277906788951854955</id><published>2009-08-20T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:30:56.086-07:00</updated><title type='text'>Adikku Shahnaz Haque Ajarkan Anak Berakhlak Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS6Iw-N6gI/AAAAAAAAAlc/gViLxLD_wFY/s1600-h/shahnaz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS6Iw-N6gI/AAAAAAAAAlc/gViLxLD_wFY/s400/shahnaz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374124915107424770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MENGAJARKAN anak untuk menjadi orang yang berakhlak baik menjadi cara Shahnaz Haque mendidik ketiga buah hatinya, Pruistin Aisha Haque Ramadhan (7), Charlotte Fatima (6), dan Mieke Namira Haque Ramadhan (3). &lt;p&gt;Menyadari anak sebagai amanat penting dari sang Maha Kuasa, Naz (sapaan akrab Shahnaz Haque) mengajarkan anaknya agar selalu berbuah baik dan beribadah. Salah satunya dengan mengajak ketiga buah hatinya untuk beribadah di bulan Ramadan mendatang. Meski begitu, ibadah puasa yang dijalani sesuai dengan usia masing-masing anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya berdoa agar anak-anak memiliki kecerdasan emosi yang baik. Bulan Ramadan adalah bulan istimewa. Memasuki bulan Ramadan, kami biasanya menghias kamar dengan spanduk Selamat Datang Ramadan atau dengan balon-balon. Kalau anak saya yang kecil, masih puasa beduk. Setiap ada bunyi beduk, dia buka, lalu melanjutkan lagi puasanya,” paparnya saat ditemui di Kembang Goela, Jakarta, Selasa (18/8/2009).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat anak-anak dapat menjalani puasa sampai sebulan penuh, umumnya orangtua memberikan rewards. Tapi, tidak demikian dengan Naz. Dia ingin ibadah puasa yang dijalankan berdasarkan kecintaan kepada Tuhan YME.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Menjalankan ibadah puasa, saya tidak memberikan rewards khusus. Mereka puasa karena mereka cinta sama Tuhannya,” imbuh wanita kelahiran 1 September 1972 itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain puasa, istri drummer Gilang Ramadhan ini juga mengajarkan ketiga buah hatinya agar dekat dengan orang miskin dan tak lupa mengucap syukur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya mengajarkan anak agar kita harus dekat dengan orang miskin dan mengajarkan mereka untuk berbagi dengan orang susah. Berada dalam kehidupan yang enak, saya harus membuat mereka tidak besar kepala, saya juga mendidik anak untuk selalu mengucap syukur. Apa yang didapat harus disyukuri. Termasuk juga menarik anak-anak untuk terjun di dalam komunitas lebih banyak, misalnya seperti organisasi Nurani Dunia,” kata Naz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain mengajari arti penting kedekatan dengan kaum miskin, Naz juga menyelipkan makna usaha dan kerja keras, melalui proses berdagang. Ia mengajarkan anak-anaknya untuk tidak menikmati hasil yang mereka peroleh sebelum berusaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya tidak pernah meributkan soal uang di hadapan anak. Sekarang saya sedang ajar anak saya berdagang. Seperti menjual es atau menjual kartu dengan gambar-gambar yang mereka buat sendiri. Dan saya selalu tanamkan agar anak tidak perlu malu karena anak Shahnaz berjualan. Saya ingin mengajarkan mereka untuk bisa membujuk orang membeli dari usaha mereka. Uang bukan sulit didapat, tapi mereka harus berusaha terlebih dahulu,” imbuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak hanya mengajarkan untuk senantiasa berusaha, presenter cantik ini juga tak ingin anak-anaknya menghabiskan waktu di mal. Karena itu, ia sering menghabiskan waktu dalam kegiatan alam bersama ketiga putrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya tidak suka memudahkan hidup mereka. Mereka wajib pintar karena kedua orangtuanya telah menyekolahkan mereka. Aku sangat menyukai alam dan membawa mereka menikmati alam, biasanya kami sering bermain flying fox, mandi di kali, mandiin kerbau, atau menangkap ikan lele. Kalau mereka mau genit, mereka bisa datang ke Mama Aya begitu juga dengan keponakan saya dan sebaliknya,” tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski tampak sempurna, namun ketiga buah hatinya pun tak lepas dari salah. Usia anak yang masih terlalu kecil, sering membuat mereka tak lepas dari kesalahan. Namun, kondisi itu tak menyulut kemarahan Naz. Ia justru percaya adanya the power of touch.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau anak salah, pasti saya peluk. Karena saya adalah orang yang memercayai the power of touch. Saya akan berada di sebelahnya dan mengelus dia,” tandasnya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="atDataTime"&gt; &lt;div class="attr"&gt;okezone.com - 8/19/2009 4:22 AM Local Time&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-7277906788951854955?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/7277906788951854955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=7277906788951854955' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7277906788951854955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7277906788951854955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/adikku-shahnaz-haque-ajarkan-anak.html' title='Adikku Shahnaz Haque Ajarkan Anak Berakhlak Baik'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS6Iw-N6gI/AAAAAAAAAlc/gViLxLD_wFY/s72-c/shahnaz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-8608011815426794302</id><published>2009-08-19T21:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:27:45.494-07:00</updated><title type='text'>Tahun 2000 Karya Buku Pertamaku “AMINAH” Dilahirkan oleh Penerbit PT Rosda Karya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;AMINAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS5TEkYV4I/AAAAAAAAAlU/vHQ-dZlzC38/s1600-h/aminah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 288px; height: 333px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS5TEkYV4I/AAAAAAAAAlU/vHQ-dZlzC38/s400/aminah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374123992654829442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Marissa Grace Haque Fawzi, PT. Rosda Karya Bandung, 2000.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah adalah seorang gadis kecil berjilbab. Ia hidup didaerah kumuh yang berdebu ditepi pantai Sampur, Jakarta.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Rumah-rumah disana terbuat dari papan dan kardus bekas. Sampah menggunung. Kaleng-kaleng bekas yang sudah berkarat bertebaran disana-sini. Dicelah-celah jendela, jemuran-jemuran bergantungan menunggu kering. Sebagian lagi bergantungan diatas tali-tali yang terbentang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah tinggal bersama ibunya. Setiap hari setelah selesai sholat Subuh, mereka menerima cucian yang dititipkan oleh keluarga-keluarga kaya dari luar lingkungan mereka. Sehabis menjemur semua pakaian tersebut, Aminah pergi bermain-main kepantai didekat rumahnya. Biasanya ia bermain diantara karang-karang diatas pasir. Terkadang beberpa anak kecil lainnya bermain bersamanya. Pada kesempatan lain, ia lebih suka sendirian. Berdiam diri memandang gelombang pasang yang berkejaran menerpa karang. Dibiarkannya desir angin memainkan ujung-ujung jilbabnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Malam harinya Aminah berjualan kembang. Aminah mengelompokkan kembang tersebut sesuai warnanya; mulai dari warna merah muda, jingga, putih, dan ungu. Bersama Halimah sahabatnya mereka menjual bunga-bunga tersebut dijalan dekat lampu merah. Disana banyak anak-anak sebayanya bermain-main.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Malam itu tak ada bulan. Bintangpun enggan menampakka dirinya. Langit hitam pekat tertutup awan. Walaupun malam terasa panas, kedua anak itu menggigil kedinginan sampai ketulang sumsum.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah dan Halimah berjalan menjajakan kembangnya. Mereka sampai disebuah jalan yang penuh dengan lampu beraneka warna. Hingar binger kendaraan bermotor dan orang-orang yang berlalu lalang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tercium bau garam laut bercampur bau polusi yang berasal dari knalpot kendaraan-kendaraan bermotor yang bunyinya memekakkan telinga.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah dan Halimah berjalan dianata mobil-mobil. Menawarkan kembang kepada para pengendara. Ketika bunyi klakson nyaring menyentak, Aminah dan Halimah buru-buru menyingkir.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Seorang wanita tertarik membeli lima tangkai kembang. Aminah dan Halimah tidak dapat menatap wajahnya, karena hanya tangannya saja yang terjulur keluar melalui celah jendela mobil. Wanita itu memberikan uang lima ribu rupiah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika lampu berubah warna menjadi hijau, mereka berdua kembali duduk sambil menatap kendaraan-kendaraan yang melaju kencang. Lampu-lampu jalan yang bersinar sangat terang, membuat bayangan pohon disekitarnya menjadi semakin dalam. Angin laut bertiup sepoi-sepoi. Udara makin dingin. Malam semakin larut.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba-tiba terdengar bunyi tangisan keras yang menimpali bunyi kendaraan yang berlalu lalang. Aminah tahu siapa yang menangis. Segera didatanginya suara itu.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Seorang anak lelaki menggeliat diatas pangkuan ibunya. Sang ibu menepuk-nepuk punggung sang bocah sambil bersenandung lirih sampai sang bocah tertidur.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah melihat kacang rebus jualan si ibu masih menggunung, belum laku. Ah, kasihan sekali. “Apa khabar Aminah? Banyak laku jualanmu?”, sapa ibu penjual kacang rebus itu. Namanya Ibu Rimpi. “Baru sedikit,” jawab aminah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;“Anakku ini menangis terus sepanjang hari. Tapi kami tak dapat pulang dulu krtumah kalau belum dapat uang. Lihat jualanku hari ini masih sangat banyak tersisa.” Senyum ibu Rimpi terlihat sangat getir sembari menatap wajah-wajah cilik dihadapannya yang manis, jujur, dan polos serta mempunyai kulit yang halus, mata yang bening, dan senyum yang tanpa beban.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba-tiba anak lelakinya menangis lagi. Maka tahulah Aminah dan Halimah bahwa anak lelaki tersebut kelaparan dan kedinginan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Dengan uang lima ribu rupiah hasil penjualan mereka malam itu, Aminah dan Halimah bergegas membeli makanan dan minuman hangat di sebuah warung dipinggir jalan dekat tempat mereka mangkal. Uang sebanyak itu cukup untuk membeli empat gelas teh manis dan lima potong pisang rebus. “Ah, betapa mahalnya harga makana sekarang ini,” gumam Aminah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah dan Halimah membawakan makanan dan minuman itu ketempat Ibu Rimpi dan anakknya. Mereka berempat melahapnya dengan nikmat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba-tiba Aminah merasakan perutnya sakit bukan alang kepalang. “Ya Allah…apa yang terjadi dengan diriku ini?”, gumamnya. Halimah, Ibu Rimpi dan anak lelakinyapun terlihat kesakitan. Mereka semua limbung dan jatuh ketanah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba-tiba dunia terasa semakin kelam dari malam sesungguhnya. Aminah tak mampu lagi bernafas. Namun ia masih berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. Dalam lemahnya ia berdoa: &lt;em&gt;“La ilaha Illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimiin.”&lt;/em&gt; Yang artinya ‘Maha suci Engkau, Maha Mulia Engkau, hamba ini seorang aniaya’ (doa Nabi Yunus ketika diperut ikan Paus). Tidak ada tempat lain untuk berlindung serta memohon pertolongan kecuali kepada Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah keracunan makanan. Semua terjadi akibat pabrik-pabrik yang tak bertanggung jawab membuang limbah di Teluk Jakarta, dilokasi Aminah didaerah Sampur. Lalat-lalt berterbangan diparit-parit dan jamban-jamban dekat rumahnya. Menghinggapi makanan dan minuman yang dibelinya, meninggalkan racun dan kotorannya disana.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;“Ya Allah setelah Ayahku meninggal karena TBC dua tahun yang lalu, bagaimana nanti nasib ibuku? Siapa nanti yang akan membantunya menyucikan pakaian? Bagaimana nanti dengan nasib Halimah, Ibu Rimpi dan anaknya…?” tangis Aminah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Tiba-tiba tercium bau semerbak, wangi sekali. Langit kelam tiba-tiba menjadi terang. “Apa yang terjadi? Dimanakah aku?” Aminah kebingungan. “Apa yang harus aku lakukan?”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Desir ombak terdengar. Semakin lama semakin keras. Kaki-kaki mungil Aminah serasa menginjak air laut ditepi pantai. Anginpun seakan membisikkan sesuatu ditelinganya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminahpun teringat akan kembang yang masih digenggamnya. Dipandanginya sesaat, sampai tiba-tiba terbersit sesuatu didalam pikirannya. Dilemparkannya kembang-kembang itu dilangit.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Langit pekat berganti terang, cahaya putih bersinar, membuat bintang-bintang tampak terang benderang. Aminah melihat orang-orang berhenti bercakap-cakap. Tak ada lagi deru kendaraan yang membisingkan. Wajah orang-orang terlihat bersih dan bersinar, menebar senyum dimana-mana. Betapa tenteram, betapa indah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Perlahan Aminah berjalan meyusuri tepian pantai, pulang kerumah. Sendirian, terlepas dari kerumunan orang banyak. Mengikuti arah sinar, nun didepan sana. Samar-samar terlihat bayangan ayahnya. Tapi Aminah merasa tak pasti. Ia terus membaca shalawat. Mengayuhkan kaki kecilnya, ia ingin menemui ibunya dirumah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Aminah terus berjalan dibawah kaki langit yang penuh rahasia. Ditatapnya taburan cahaya yang bersinar. Bintang-bintang nun jauh disana adalah miliknya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cerita ini Diterbitkan oleh PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, pada tahun 2000&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-8608011815426794302?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/8608011815426794302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=8608011815426794302' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8608011815426794302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8608011815426794302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/tahun-2000-karya-buku-pertamaku-aminah.html' title='Tahun 2000 Karya Buku Pertamaku “AMINAH” Dilahirkan oleh Penerbit PT Rosda Karya'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS5TEkYV4I/AAAAAAAAAlU/vHQ-dZlzC38/s72-c/aminah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-415874973733798506</id><published>2009-08-19T21:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:22:32.890-07:00</updated><title type='text'>Semakin Berkembang Bersama Ekonomi Syariah: Marissa Haque di M-Life Festival</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS4KnxWW9I/AAAAAAAAAlM/HAF5YX-Br2k/s1600-h/marissa-haque-ekonomi-syariah-di-istana-negara-jakarta1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS4KnxWW9I/AAAAAAAAAlM/HAF5YX-Br2k/s400/marissa-haque-ekonomi-syariah-di-istana-negara-jakarta1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374122747974015954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;Marissa Haque, Astri Ivo, dan Cece Kirani Siap Semarakan &lt;em&gt;M-Life Festival&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt; - Sejumlah artis dijadwalkan akan menyemarakkan acara M-Life Festival atau Festival Gaya Hidup Muslim (Islami) yang berlangsung di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta pada tanggal 1 hingga 6 September 2009. Tiga orang artis yang telah memastikan akan kehadirannya adalah Marissa Haque, Astri Ivo dan Cece Kirani.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;”Mbak Marissa Haque, Astri Ivo dan Cece Kirani akan menjadi pengisi acara dalam M-Life Festival,” ujar Nindya Nazara, Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) saat launching program M-Life Festival di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (18/8/2009). Selain itu yang juga dijadwalkan akan mengisi acara adalah Cici Tegal dan Ratih Sanggarwati dengan para modelnya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hadir pada acara launching program M-Life Festival antara lain adalah Subarjo Joyosumarto-Ketua Umum PKES, Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) M. Syakir Sula, Ketua Umum Asosiasi BMT se Indonesia (Absindo) Aries Mufhti, Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Mustafa Edwin Nasution dan Ketua Umum AAKSI Prof Sofyan Safri Harahap serta Prof  Feisal Rifai dosen Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Festival Gaya Hidup Islami, merupakan upaya dakwah yang mengedepankan Islam sebagai rahmat bagi alam. Untuk itu dalam festival ini juga dikemas dalam acara-acara yang bersifat menghibur, kendati tetap sarat dengan muatan dakwah Islami. Selain itu pilihan Grand Indonesia Shopping Town sebagai lokasi kegiatan ditargetkan untuk mendekatkan ekonomi syariah ke kalangan menengah atas di perkotaan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejumlah acara akan digelar di lokasi Festival. Antara lain Festival Anak-Anak Muslim yang akan diisi Kelompok Musik Debu Yunior serta akan dikoordinasi oleh Majalah Parents Guide. Selain itu juga ada program untuk Remaja yaitu berupa Festival Musik Islami yang diikuti oleh grup band pelajar dan mahasiswa. Aliran musik yang dilombakan adalah pop, nasyid, jazz dsbnya. Para pemenangnya berupa tabungan syariah dan netbook dsbnya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selain itu, sejumlah ustad dan public figur juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi pengisi kegiatan selama M-Life Festival. Antara lain Ustad Yusuf Mansyur, Ary Ginandjar dan artis film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Pada acara pembukaan festival yang akan dilakukan oleh pejabat tinggi negara ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara MES dengan Depkominfo dan MES dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bersamaan dengan pelaksanaan Festival Gaya Hidup Islami yang berlangsung di mall terbesar di Asia Tenggara ini juga akan diserahkan Sahabat Ekonomi Syariah Indonesia (SESI). ?’Saat ini tengah dilakukan penjurian atau seleksi oleh para ahli ekonomi syariah terhadap sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi istimewa dan luar biasa bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Agustianto, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selama festival juga akan diisi berupa pameran keuangan syariah yang diikuti dengan kalangan perbankan dan lembaga keuangan syariah, pameran produk halal dan jasa Islami, fashion show, pameran produk komputer dan telekomunikasi, dialog edutainment, dialog perencanaan keuangan Islami, pentas seni dan berbagai kegiatan lainnya. ?’Setiap hari panitia akan membagikan door prize berupa sebuah Blackberry setiap hari,” papar Agustianto.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selain kegiatan festival yang bersifat off air, kegiatan ini juga disinergikan dengan kegiatan on air berupa acara di radio dan televisi. Untuk di televisi akan disiarkan melalui program Sakina di TV One. Program Sakina berupa acara talkshow mengenai perbankan dan keuangan syariah yang mengisi dalam acara Kabar Sahur selama bulan puasa di TV One. Sejumlah tokoh perbankan dan lembaga keuangan syariah, selebritis, artis, praktisi dan penggiat ekonomi syariah.(*) (mbs)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt;Sumber: &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:10pt;"&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/BeritaAnda/index.php/ReadStory/2009/08/19/229/249279/marissa-haque-astri-ivo-dan-cece-kirani-siap-semarakan-m-life-festival"&gt;&lt;strong&gt;http://news.okezone.com/BeritaAnda/index.php/ReadStory/2009/08/19/229/249279/marissa-haque-astri-ivo-dan-cece-kirani-siap-semarakan-m-life-festival&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-415874973733798506?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/415874973733798506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=415874973733798506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/415874973733798506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/415874973733798506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/semakin-berkembang-bersama-ekonomi.html' title='Semakin Berkembang Bersama Ekonomi Syariah: Marissa Haque di M-Life Festival'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS4KnxWW9I/AAAAAAAAAlM/HAF5YX-Br2k/s72-c/marissa-haque-ekonomi-syariah-di-istana-negara-jakarta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-9195938123194049316</id><published>2009-08-10T20:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T21:18:15.332-07:00</updated><title type='text'>Ikang Fawzi Suamiku yang Pertama Kali ‘Kesengsem’ pada SBY, Saya Paling Akhir Karena Prof. Dr. Boediono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS00hKrFXI/AAAAAAAAAks/9DCFGMhC8NE/s1600-h/sby-boed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 291px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS00hKrFXI/AAAAAAAAAks/9DCFGMhC8NE/s400/sby-boed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374119069709178226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ikang Fawzi Suamiku yang Pertama Kali ‘Kesengsem’ pada SBY, Saya Paling Akhir Karena Prof. Dr. Boediono.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS1LE1RMJI/AAAAAAAAAk0/stzmY-UuMHs/s1600-h/capres-dan-latar-belakang-pendidikan-2009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS1LE1RMJI/AAAAAAAAAk0/stzmY-UuMHs/s400/capres-dan-latar-belakang-pendidikan-2009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374119457240199314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak yang bertanya dengan saya dikelas UGM, kenapa sih kok mengkritik terus pada kemenangan SBY-Boediono? Nggak takut kualat nanti karena mereka kan dari IPB dan UGM dan keduanya adalah para intelektual bergelar Doktor? Begitu kira-kira hampir selalu datang pertanyaan pada saya setiap mereka membaca beberapa tulisanku di beberapa blog yang saya miliki.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS1iArX4EI/AAAAAAAAAk8/cOM8oeytU5g/s1600-h/marissa-haque-di-acara-chappy-hakim-kompas-agustus-2009.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS1iArX4EI/AAAAAAAAAk8/cOM8oeytU5g/s400/marissa-haque-di-acara-chappy-hakim-kompas-agustus-2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374119851261943874" /&gt;&lt;/a&gt;Yah… Indonesia kan sebenarnya ‘belum merdeka’, jadi mau bagaimana lagi?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS11UFWYCI/AAAAAAAAAlE/HpQrpZB_BuI/s1600-h/prof-dr-boediono-wapres-ri-guru-besar-feb-ugm-dosen-marissa-haque-dan-ikang-fawzi1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS11UFWYCI/AAAAAAAAAlE/HpQrpZB_BuI/s400/prof-dr-boediono-wapres-ri-guru-besar-feb-ugm-dosen-marissa-haque-dan-ikang-fawzi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374120182888685602" /&gt;&lt;/a&gt;Saya katakana kembali pada mereka bahwa kalau toh keluarga besar Fawzi dan Haque berbondong-bondong memilih pasangan nomor 2 SBY-Boed bukan berarti mereka berdua hidup diruang hampa dan bebas kritik lho… karena kita harus jujur mereka berdua bukan nabi sehingga sangat jauh dari sikap dan sifat maksum – bebas dari kesalahan duniawi seperti Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga agar mereka berdua tidak terjerumus kejurang kan sebaiknya ada orang-orang seperti saya sekarang ini atau kalau dulu seperti Doktor Denny Indrayana-lah yang pedas mengkritik namun berupaya memberikan jalan keluar yang bijaksana begituuuu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-9195938123194049316?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/9195938123194049316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=9195938123194049316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/9195938123194049316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/9195938123194049316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/ikang-fawzi-suamiku-yang-pertama-kali.html' title='Ikang Fawzi Suamiku yang Pertama Kali ‘Kesengsem’ pada SBY, Saya Paling Akhir Karena Prof. Dr. Boediono'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SpS00hKrFXI/AAAAAAAAAks/9DCFGMhC8NE/s72-c/sby-boed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-4022924812938418011</id><published>2009-08-09T22:46:00.001-07:00</published><updated>2009-08-19T00:33:53.780-07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Mozaik Dari Sekumpulan Perjuangan Para Penjujur Keadilan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-6J_YtT0I/AAAAAAAAAkc/u7UwLsE446s/s1600-h/All+Zul+adn+Marissa"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368213961645576002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-6J_YtT0I/AAAAAAAAAkc/u7UwLsE446s/s320/All+Zul+adn+Marissa%27sLlawyers+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘Dugaan’ Terlibatnya KPUD Banten, para Elit penguasa negeri &amp;amp; Ratu Atut Sendiri”, untuk menggambarkan bahwa suasana carut marut-centang perenang yang dihadapi bangsa ini sejak lima tahun belakangan ini adalah sebuah disain yang memiliki ‘template’ sama persis dengan apa yang pernah kita semua alami didalam dominasi rezim Orde Baru yang pernah sangat lama berkuasa secara represif dan otoritatif itu! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ‘kekonyolan’ berita kecurangan Pilpres 2009 sebenarnya adalah BERITA BASI, yang terus berulang serta dapat dengan mudah diprediksi. Sama persis dengan situasi dan kondisi Pilkada Banten 2006 yang dipenuhi oleh ratusan systemized crime yang by design serta holistic. Bahkan hari ini saya merasa bahwa bila kita tidak pandai ‘berkelit,’ maka menjelang diberlakukannnya UU ITE dipertiga awal tahun 2010 kedepan ini, karakter ‘demokratis’ medium “we-media” Kompasiana.com kita tercinta ini sangat mungkin hanya tinggal dalam catatan sejarah belaka. Judul yang ada diatas muncul sebagai inspirasi dalam riset independen yang saya lakukan beberapa saat yang lalu sampai hari ini, yang ternyata adalah hanya satu dari ribuan elemen yang tidak berdiri sendiri. Dia ada dalam sebuah sub-jaringan sistemik menuju aim/goal yang sama. Yaitu mempertahankan status-quo dari para pemain lama yang sudah berganti baju dan panggung baru (Machiavelli dalam Il Principe), agar tetap terus dapat dipercaya oleh ‘sang tuan putih’ nun diseberang lautan sejauh half way round the wolrd. Para ‘tuan’ penggagas The Washington Concensuss yang berisikan tiga institusi berpengaruh besar abad ini: (1) IMF; (2) World Bank; (3) WTO.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya berkembangnya curiosity saya terkait keterangan tersebut diatas adalah ketika didalam masa dua tahun riset dipedalaman hutan Provinsi Riau – pada tahun 2007-2008 – dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan kerusakan masif hutan diwilayah propinsi itu yang diikuti oleh kehancuran kebudayaan setempat, meningkatnya kriminalitas, dan bertumbuh suburnya kekuasaan oknum sisa rezim Orde Baru dengan teknik meminjam wajah Budaya Melayu lokal berbaju demokrasi. Kejahatan lingkungan hidup di Provinsi Riau berbanding lurus dengan korupsi birokrasi dan korupsi ekonomi dengan memberikan kemenangan mutlak pada Pilkada di Provinsi Riau tahun lalu. Padahal disaat yang bersamaan Kandidat Gubenur Riau saat itu (incumbent) sudah dalam status sebagai saksi kasus korupsi dan kasus delik pidana ILLEGAL LOGGING (pencurian kayu) di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan dan menjelang menjadi TSK (TERSANGKA). Bahkan salah satu Bupatinya disana sekitar dua minggu setelah disidang langsung dijebloskan ke’pesantren’ Tipikor Jakarta Selatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mulai dari tulisan kali ini kedepannya, para pengunjung kompasiana.com maupun para blogger lainnya yang kebetulan mampir dan membaca tulisan ini akan semakin kenal karakter perjuangan, yang selama ini saya dan tim penjujur keadilan lakukan kedepannya. Sekalian menjawab “say hello” Pak Prayitno yang disayang Allah, ketika kemarin sembari bernyanyi dipanggung kemarin saat Kopdar menyapa saya dan mengucapkan: “… hehehe… Atut maning… Atut maning” (smile). Bercanda ya Pak Prayitno yang baik… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelak kedepannya dalam tulisanku, dalam upaya penyampaian hasil riset semi formal, insya Allah saya tidak akan ‘melulu’ memakai sumber yang berasal dari Provinsi Banten semata dengan tokoh utama Ibu cantik bernama Ratu Atut Chosiyah, SE — yang diduga mendapatkan Sarjana Ekonomi-nya dibawah syarat dasar kompetensi kelulusan nasional Dikti — kognisi, afeksi, psikomotorik. Yaitu untuk kelulusan Sarjana Strata 1 harus diselesaikan selama masa minimal 4 (empat) tahun. Nah, sementara Ratu Atut Chosiyah, SE, diduga sukses mendapatkan S1 Sarjana Ekonominya hanya dalam 8 (delapan) bulan saja… Luar biasa! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, juga walau 3 (tiga) pasang kandidat dari partai lain – selain Golkar dan PDIP yang mendukung Atut – ‘berteriak-teriak’ soal status Atut yang care taker (bukan incumbent) berijazah palsu dan aduan malah sampai ke Istana Negara dan Sekab serta Sekneg (saya lakukan sendiri bersama beberapa kader dari Partai Demokrat dan PKS) melalui Aspri Presiden SBY (Brigjen Kurdi Mustopha) dan Aspri Ibu Ani SBY (Nurhayati Assegaf, SH/sama-sama di KAHMI dengan saya), melalui Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution (Staf Khusus Kepresidenan bidang Hukum), melalui beberapa Ketua Partai Demokrat mulai dari Prof. Dr Mubarok, Inggrid Kansil (suaminya Ketua Fraksi PD di DPR RI), Sarjan Taher, Benny K. Harman, Johny Allen, Vera Rumangkang dan Ayahnya Ventje Rumangkang, sampai dengan adinda Angelina Sondakh dan Adjie Massaid! Ternyata setelah mencoba membantu – dengan segala hormat terimakasih saya yang sangat tinggi bagi mereka yang telah membantu dan yang namanya tersebut diatas – mereka semua ‘angkat tangan’ dan mengakatakan tidak dapat membantu perjuangan saya lebih jauh karena beberapa pertimbangan. Salah satu yang diungkapkan adalah: (1) sudah kadaluwarsa; (2) daaaaaan… yang ini paling menyakitkan diucapkan oleh Aspri Ibu Ani SBY bernama Nurhayati Assegaf , SH dirumahnya didaerah Cililitan malam hari ketika saya desak apa jawaban dari Ibu Negara Ani SBY: ”… karena Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono ‘hanyalah’ Presiden biasa!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi lalu mereka mendekati saya, agar berkeinginan untuk bergabung dalam wadah Partai Demokrat untuk kedepannya dikader dan dibina. Rencana nantinya saya dapat bocoran A1 akan dikirim kesalah satu negara di Eropa Timur menjadi Duta Besar. Yang penting asal mau menjadi kader PD, dibina dalam masa kurang-lebih setahun, dan melupakan perjuangan saya untuk rakyat Banten terkait perlawanan atas kecurangan sistemik Ratu Atut dan keluarga besarnya (Ayahnya)! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya silau dengan kedudukan duniawi tersebut dan melakukan perjuangan untuk diri sendiri, tentu seperti Mas Amris Fuad Hasan teman baik saya saat di PDIP lalu, walau partainya bersikap sebagai oposisi namun tawaran emas seperti itu seharusnya wajib diambil. Mas Amris Fuad Hasan (PDIP) hari ini adalah Duta Besar di New Zealand atas jasa baik Vera Rumangkang (PD/Anggota DPR RI Komisi XI/mantan calon Kakak Ipar Angelina Sondakh lalu) dan ayahnya Pak Ventje Rumangkang yang sangat saya hormati (beliau ini sangat humble dan murah hati/dermawan). Terakhir masa tugas kami – Mas Amris dan saya – adalah ke Geneve, Swiss untuk merapihkan persiapan IPU (International Parliement Union) yang diadakan di Jakarta tahun depannya. Posisi saya sat itu adalah Wakil Ketua Ketua Delegasi Indonesia yang berpusat di IPU, Geneve, Swiss yang Ketua Delegasi Indonesia-nya dipegang oleh Mas Amris (kedua dari kami saat itu adalah PDIP). Namun sejujurnya dari hati sanubari saya yang terdalam ingin saya sampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang luar biasa atas tawaran kesempatan yang pernah ditawarkan kepada saya kemarin itu. Saya ingin mengambilnya bilamana kompetensi saya mencukupi untuk menjadi seorang Duta Besar, seperti almarhum Ayah Mertuaku yang memang seorang Diplomat Karir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau tawaran itu diberikan kepada Ikang Fawzi suamiku hari ini ceritanya akan berbeda, karena Ikang adalah anak keluarga besar Deplu dan dibesarkan dalam lingkungan Deplu diluar negeri. Serta partai dimana suamiku bergabung (PAN) adalah ketua tim sukses pada Pilpres 2009 yang baru lalu ini – Bapak Hatta Radjasa. Sehingga tawaran saat lalu sebagai barter perjuangan saya di Banten saya anggap sebagai salah alamat. Seharusnya diberikan kepada Ikang Fawzi suamiku. Sementara saya hanya ingin mendampingi suami sajaaaa… itu juga jikalau kelak tawaran itu datang lagi! Namuuuun… tawaran yang datang untuk Ikang lho, jadi tidak perlu untuk saya! Biar Ikang Fawzi suamiku saja yang menjadi Duta Besar seperti almarhum Dato’ Fawzi Abdulrani Ayahnya dan seperti Mas Amris Fuad Hasan kawan baikku, biar saya jadi Ibu Dubes-nya saja seperti Ibu (Ratu) Setia Nurul Muliawati almarhumah Ibu Mertuaku saat lalu. Saya tidak akan pernah ingin ‘menjual’ keyakinan perjuangan Banten dengan kedudukan apapun juga. Karena akan mencemarkan value of persistency yang selama ini saya jaga didalam nawaitu-ku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pernyataan KPU yang Melemah Tidak Melegakan!&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya berbahagia dengan pernyataan Prof. Dr. Hafiz Anshari Ketua KPU yang didalam gambar headline Kompas hari ini didampingi Putu Artha dan Andi Nurpati? Saya hanya dapat menyunging senyum kecil diujung bibir. Dalam hati saya ‘berteriak’: “ Yess! Wayamkuruna wayam kumullaaaaah… wallahu khoirun maakiriin”, yang artinya kurang lebih adalah “silahkan wahai kalian manusia untuk merencanakan makar, namun sesungguhnya Allah SWT Azza wa Jalla adalah Maha Pembuat Makar!” Strategi KPU yang menunda mengesahkan putaran ketiga Pileg 2009 dimana terdapat 40 nama yang sesungguhnya berhak secara konstitusional – nama saya Marissa Haque Fawzi berada didalam 16 daftar nama Caleg asal PPP dapil Jawa Barat (bukan lagi dapil lama di Jabar 1 sesuai Undang-undang!) – saya ‘duga’ telah dibalas oleh Sang Maha Kuasa dengan ‘menggulung’ mereka atas munculnya gugatan Zainal Ma’arif kader Demokrat – dulu kader PPP, terus PDIP (Mega-Bintang), lalu PBR (dan menjadi salah satu Ketua DPR RI), kembali ke PPP (dilantik bersama saya tahun lalu), belakangan 2009 ini menjadi Demokrat) – yang mengancam secara konstitusi dengan men-DELEGITIMASI keabsahan perjalanan Pilpres 2009 karena menghasilkan MARGIN OF ERROR hampir 40%! Sehingga paket dari hancurnya kualitas pengelolaan Pilpres 2009 adalah karena bukan ditangani oleh ahlinya. Juga berarti sama dengan rencana Negara menjebloskan Ketua KPU 2009 beserta seluruh ketujuh perangkat komisionernya untuk ‘nyantri’ dipenjara! Allahu Akbar! Para ahli agama Islam dengan gelar Professor, Doktor, SAg, dll kenapa harus mereka yang mengurus urusan sepelik KPU dan Pilpres yang akan menentukan hajat hidup sekitar 225 juta penduduk Indonesia? Mereka saya duga TIDAK MEMILIKI KOMPETENSI dibidang Politik dan Statistika! Saya duga lebih jauh bahwa mereka hanya mengerti urusan akhirat! Itu juga kalau mereka faham bahwa tidak menjalankan amanah rakyat, sebanarnya berati sama juga dengan bermakna masuk neraka setelah mereka keluar kelak dari penjara didunia! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan KPU 2009 pagi tadi di Kompas halama depan, justru menambah catatan kami-kami bahwa ada hal yang lebih buruk yang sebentar lagi kami duga akan terjadi. Karena dampak bom Marriot membuat aparat se-Indonesia jadi punya alasan untuk meningkatkan kesiagaannya dan berjaga dalam kondisi ‘siap perang.’ Namun perang dengan siapa??? Dengan rakyat sendiri??? Kenapa pagar kawat duri didepan Istana Negara harus lebih heboh dan tebal dibanding kawat Kedutaan Besar Amerika Serikat yang selama ini dianggap adalah target demo rakyat yang sedang ‘ngambek’ pada Negara adikuasa tersebut? Saya menduga ada yang salah dengan strategi yang telah dijalankan oleh pemerintahan SBY-JK lalu. Bahwa 60%-an rakyat berbondong-bondong memilih SBY-Boediono dari yang eligible to vote bukan berarti merepresentasi hajat hidup seluruh bangsa Indonesia. Apalagi bagi kita semua yang faham betul beberapa teori: (1) Teori Media/Political Marketing; (2) Teori Konspirasi; dan (3) Strategi Perang Tsun Zhu (Enclave and Pre-Emptive). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ledakan Bom di Ritz dan Mariott juga mengalihkan fokus sebagian besar rakyat Indonesia dari BOM SESUNGGUHNYA yang berasal dari ketidakpuasan hasil yang diduga sangat curang dan sistemik SE-INDONESIA mulai dari DPRD tingkat 2, DPRD tingkat 1, dan… DPR RI. Semuanya akan bermuara kepada delegitimasi pelaksanaan dan hasil Pilpres 2009 lalu. Kita semua faham bahwa didalam riset dalam koridor akademik, margin of error yang masih dapat ditoleransi hanya 5% saja. Nah, kalau sampai 40%??? Maka jawabannya adalah BIAS, alias tidak soheh atau tidak reliable dan tidak accountable! Arti lebih lanjut lagi??? Ya, memang sejujurnya walau pahit HARUS DIULANG! Ada uang atau tidak ada uang, itu soal yang berbeda, namun dengan melihat title akademik yang terhormat Bapak SBY yang Doktor dari IPB Fakultas Ekonomi Pertanian dengan IPK 4 murni, maka dengan segala kerendahan hati ingin saya sampaikan demi nama baik IPB salah satu almamaterku tercinta agar Pak SBY memakai cara pandang metodologi soheh yang dipakai disaat membuat disertasinya dulu. Bahwa margin of error tidak boleh lebih dari 5%. Dan bila lebih dari 5%, maka… WAJIB DIULANG! Karena tidak soheh dan bias. Hapunteeen… maaf sejutaaaaa… kami sangat menginginkan dari Bapak Presiden SBY bahwa sebagai lulusan dari salah satu respectable university di Indonesia, Bapak SBY memberikan contoh kepada kami para yuniornya juga sekaligus contoh bagi kepada seluruh rakyat Indonesia terkait masalah KEJUJURAN – termasuk kejujuran akademik – yang bukan semata SANTUN dan MEMAKAI AKAL SEHAT seperti yang sering Bapak Presiden ungkapkan selama ini.&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Kita belum merdeka! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-4022924812938418011?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/4022924812938418011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=4022924812938418011' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4022924812938418011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4022924812938418011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/salah-satu-mozaik-dari-sekumpulan.html' title='Salah Satu Mozaik Dari Sekumpulan Perjuangan Para Penjujur Keadilan Indonesia'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-6J_YtT0I/AAAAAAAAAkc/u7UwLsE446s/s72-c/All+Zul+adn+Marissa%27sLlawyers+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-2503553001228678862</id><published>2009-08-09T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T00:36:52.796-07:00</updated><title type='text'>Marissa Haque Duta WWF Untuk Badak Cula Satu Banten</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-s6VyTxPI/AAAAAAAAAkU/2yVb3Nb_gZU/s1600-h/BADAK.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368199399129466098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-s6VyTxPI/AAAAAAAAAkU/2yVb3Nb_gZU/s320/BADAK.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wwf.or.id/index.php?fuseaction=news.detail&amp;amp;id=NWS1148618261&amp;amp;language=i"&gt;Marissa Haque&lt;/a&gt;: Sang Duta yang Gigih memperjuangkan Pelestarian Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa Haque juga merupakan selebritis dan produser film yang sangat peduli pada kelestarian Badak Jawa. Kepeduliannya diwujudkan dengan kesediaannya menjadi Duta bagi Badak Jawa, yang jumlahnya tinggal kira-kira 50-60 ekor. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai duta, Marissa juga ikut menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian Badak, bahkan ia terlibat langsung dalam pembuatan film dokumenter tentang badak jawa yang saat ini masih dikerjakannya. Marissa selalu mengaitkan berbagai isu sosial ekonomi dengan pelestarian badak, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. “Saya akan bantu untuk mencari pasar ekspor bagi patung-patung badak yang dibuat oleh masyarakat sekitar,” tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diskusi santai di areal food court ini tidak hanya membicarakan Badak Jawa saja, tetapi juga berbagai aspek pelestarian terkait lainnya yang tidak boleh diabaikan untuk menjamin kelestariannya, mulai dari isu Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga isu pemberdayaan perempuan. Tim WWF-Ujungkulon dengan kompaknya berbagi cerita tentang berbagai upaya yang dilakukan untuk melestarikan Badak Jawa ditengah situasi pelanggaran batas hutan dan penebangan liar yang marak terjadi di sekitar TN Ujung Kulon. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iwan ‘Podol’, peneliti WWF-Indonesia di Ujungkulon membahas keadaan hewan yang perburuannya sudah dihentikan sejak tahun 1990-an ini. Pengalaman sehari-hari dilapangan saat melaksanakan upaya pelestarian dan perlindungan badak jawa, mengalir lancar dari Pak Uus, anggota Rhino Patrol Unit dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara Bapak Warca, ketua Koperasi Kagum dan Pak Komar dari Wakil Masyarakat Ujung Kulon bercerita bagaimana kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembuatankerajinan, khusunya patung badak, wisata lingkungan, dan penyaluran credit union di sekitar Taman Nasional berdampak positif bagi upaya perlindungan lingkungan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegiatan lain yang dilakukan adalah demonstrasi pembuatan patung badak, demo pembuata T’shirt badak, pameran foto hasil tangkapan camera traps, dan tentunya acara door prize. Sesi tanya jawab antara para nara sumber dengan peserta sangat dinamis, tampaknya selain pemandu acaranya memang piawai memancing minat peserta, tampaknya masyarakat mulai menyadari arti penting ikut berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Mudah-mudahan dimasa mendatang, bukan hanya Marisa Haque yang bersedia menjadi duta, tetapi muncul duta-duta lainnya dengan kegigihan dan keseriusan untuk melestarikan lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marisa Haque bersama staff Ujung Kulon berbagi cerita tentang uapaya pelestarian Badak/Desma&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-2503553001228678862?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/2503553001228678862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=2503553001228678862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/2503553001228678862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/2503553001228678862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/marissa-haque-duta-wwf-untuk-badak-cula.html' title='Marissa Haque Duta WWF Untuk Badak Cula Satu Banten'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-s6VyTxPI/AAAAAAAAAkU/2yVb3Nb_gZU/s72-c/BADAK.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-5579921064050297239</id><published>2009-08-09T22:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T21:02:08.686-07:00</updated><title type='text'>Prakata Bahasa Indonesia Dalam Disertasi Doktorku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-rvbAD-oI/AAAAAAAAAkM/rc0MoRhZ6bU/s1600-h/Copy+of+Marissa+dalam+Kunker+Komisi+4+DPR+RI,+April+2006.Per.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368198112039139970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 267px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-rvbAD-oI/AAAAAAAAAkM/rc0MoRhZ6bU/s320/Copy+of+Marissa+dalam+Kunker+Komisi+4+DPR+RI,+April+2006.Per.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pembalakan liar/illegal logging marak terjadi di Indonesia. Khusus di Provinsi Riau, pembalakan liar/illegal loging berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Indikasi kerusakan lingkungan akibat pembalakan liar/illegal loging ini ditunjukkan dengan semakin meluasnya kejadian bencana alam semisal banjir badang, kekeringan, kehilangan spesies tumbuhan dan fauna, dan lain sebagainya. Upaya pemberantasan pembalakan liar/lllegal loging ini telah dilakukan sejak lama, namun belum dapat memberikan dampak jera terhadap para pelakunya karena instrumen hukum positif yang tersedia di Indonesia sampai dengan hari ini belum mampu secara maksimal menjerat mereka. Sehingga hingga kini pembalakan liar/lllegal loging masih marak terjadi secara hampir merata diseluruh Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dampak pembalakan pembalakan liar/illegal loging terhadap kondisi ekologi, ekonomi, sosial di Provinsi Riau; (2) menganalisis sistem hukum yang tersedia di Indonesia terkait dengan pemberantasan pembalakan liar/illegal loging; serta (3) mendesain model kebijakan pemberantasan pembalakan liar/illegal loging yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan partisipasi aktif para stakeholders dibidang kehutanan, transparansi proses peradilan dari tingkat dasar sampai dengan Mahkamah Agung dibantu dengan dukungan perkembangan teknologi informasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan terselesaikannya disertasi ini, penulis menyampaikan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada Prof.Dr.Ir. Dudung Darusman,MA selaku Ketua Komisi Pembimbing, serta kepada Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro,MS, Prof.Dr.Ir. Surjono Hadi Sutjahjo,MS, dan Prof.Dr. Daud Silalahi,SH dimana masing-masing selaku Anggota Komisi Pembimbing, yang telah memberikan masukan dan arahannya sejak dari penyusunan usulan penelitian, pelaksanaan penelitian, sampai dengan terselesaikannya penulisan disertasi ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan pahala beribu kali lipat kepada mereka semua dan menjadikan segenap ilmu pengetahuan yang ditransfer kepada penulis melalui Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor akan menjadi amal ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan pemberantasan pembalakan liar/illegal loging di Indonesia pada masa mendatang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Prof.Dr.Ir. Surjono Hadi Sutjahjo,MS dan Dr.Ir. Etty Riani,MS, masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor yang membuat mimpi penulis untuk menjadi seorang Doktor dari sebuah respectable university berbasis ilmu eksakta di IPB menjadi kenyataan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus kepada Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro,MS, selaku Dekan Sekolah Pasca Sarjana IPB yang senantiasa memberikan arahan, motivasi serta dorongan terus-menerus kepada penulis khususnya pada saat dimana rasa percaya diri, semangat juang, menuju seorang intelektual civitas academica sejati terkait dengan proses penyelesaian disertasi ini sering berfluktuasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat tidak pernah penulis lupakan adalah upaya dan keikhlasan hati Dr.Ir. Asep Saefuddin,MSc dan keluarganya, yang saat itu menjabat sebagai Purek IV Bidang Pengembangan Usaha IPB, dan Bapak Prof.Ir. Rokhmin Dahuri,MSc,PhD yang tanpa lelah terus meyakin diri penulis bahwa PSL-IPB adalah tempat kuliah yang pas bagi saya sebagai seorang legislatif untuk menyelamatkan bumi dari kerusakannya. Dan bahwa program Doktor di PSL adalah jurusan transdisiplin ilmu, sehingga memungkinkan saya dengan latar belakang ilmu hukum dapat mengikutinya. Dengan catatan asalkan lulus tes. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus kepada tiga mutiara cinta penulis Drs. Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) serta kedua anakku Isabella Muliawati (Bella) dan Marsha Chikita (Kiki), terimakasih banyak untuk cinta, pengertian, dorongan semangat yang tak kunjung putus selama ini. Juga permohonan maaf atas sejumlah waktu kebersamaan berkualitas yang menjadi berkurang karena terpakai untuk riset kelapangan serta proses penyelesaian disertasi yang didalam melangkah tidak pernah sederhana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepada (alm) Papa H. Allen Haque dan (alm) Mamaku R.Ay Mieke Soeharijah yang penulis yakini bibit spirit belajar dan kesukaan atas membaca serta mengoleksi buku, mengkliping berita, serta ‘memulung’ ilmu yang tak pernah berhenti, menurun, tumbuh dan berkembang pada diri penulis semenjak kecil sampai seumur sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Juga kepada Dato’ Fawzi Abdulrani the singing ambassador ayah mertua penulis dan ibu mertua penulis (alm) Ibu Setia Nurul Muliawati binti Mu’min yang selalu mendoakan kelancaran studi dan riset di IPB selama ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa juga kepada yang setia Sekretaris penulis R.A. Menik Kodrat, Pak Didin Supirku, serta Bambang Jaim anak asuh penulis yang selalu mendampingi siang dan malam, serta dalam suka dan duka. Selalu tepat waktu dan tahan menderita bersama didalam menyiapkan segala fasilitas pendukung selama penyelesaian disertasi ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepada Bapak Jamal Gozi dan Bapak Riksa dari PT. Sarung Cap Gajah Duduk yang pertamakali tergerak hatinya untuk memberikan sponsor riset awal ke Provinsi Riau diawal tahun 2007. Dari sana, terkait dengan delik pidana pembalakan liar/illegal loging yang sangat marak serta tak terkendali, bersama konsorsium NGO Jikalahari (Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau) dan Walhi Riau alhamdulillah saya berhasil mengumpulkan banyak data primer dan sekunder. Saya merasa sangat tersanjung ketika Mas Santo sebagai Ketua Jikalahari serta seluruh jajaran tim diantaranya Mas Kaka (Khairiansyah), Mbak Ayu dan Mas Joni Mundung dari Walhi Riau dengan sangat bersahabat menerima saya dan tim untuk bergabung kedalam tim besarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Termasuk kebaikan hati Wakil Gubernur Provinsi Riau asal PPP, Bapak H. Wan Abubakar yang sempat menjadi Gubernur Riau definitif selama tiga bulan dimasa transisi tahun 2008 lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang saya sayangi adinda Rozi alias Oji dan Faisal Umar dari harian Tribun Pekanbaru/Persda/grup harian Kompas, yang dengan semangat tinggi selalu memberitakan seluruh kegiatan riset saya hampir dalam setiap kali kunjungan ke Provinsi Riau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Serta pengahargaan sangat tinggi kepada para polisi teladan Indonesia beserta seluruh jajaran Mapolda Riau, mantan Kapolda Riau saat itu yang sekarang menjadi Gubernur Akpol (Akademi Polisi) di Semarang Bapak Irjen Pol Drs.Sutjiptadi,MM dan istrinya Ibu Ririek Sutjiptadi. Yang dengan penuh kekeluargaan merangkul saya dan tim riset dari unsur sub-element masyarakat didalam langkah besar Polda Riau menertibkan aktivitas pembalakan liar/illegal loging di Provinsi Riau. Berbagi data dan informasi dari hasil kerja optimal Polda Riau saat itu merupakan sebuah ‘kemewahan luar biasa’ bagi saya, mengingat dari sana fokus langkah saya didalam menetukan arah pertanyaan bagi data primer lainnya kemudian menjadi lebih mudah dan terarah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepada Sekretaris Bidang Kepaniteraan MA RI (Mahkamah Agung Republik Indonesia) Bapak H.R.M Anton Suyatno,SH,MH dan mbak Ayu Verliani,SH yang pada detik-detik terakhir penulisan disertasi ini memberikan informasi tentang sistem IT yang segera pada tahun 2009 ini akan diimplementasikan. MA RI bersama PSHDK (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan) yang diwakili oleh Mas Arya, SH, LLM berusaha memperbaiki image Mahkamah Agung yang selama ini minor dengan upaya menjawab tantangan zaman dengan instrumen IT, demi menuju Good Judicial Governance institusi peradilan tertinggi Indonesia selain MK (Mahkamah Konstitusi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang saya kasihi Bunda Emilia Contessa dan Pak Usamah suaminya, fungsionaris PPP yang turut memberikan dukungan dana riset pada saat kondisi alokasi dana riset saya semakin menipis, lalu ternyata masih dibutuhkan sekali lagi untuk yang terakhir kali balik kembali ke Provinsi Riau. Kedatangan terakhir tersebut persis seminggu sebelum meninggalnya Pak Kajati Riau saat itu (alm) Djaenuddin,SH,MH. Upaya tersebut adalah untuk langkah konfirmasi penutup/final dalam re-in depth interview dengan Kajati Riau (Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau) terkait dengan pertanyaan saya yang belum terjawab tentang parameter yang dipakai oleh Kejaksaan disaat megeluarkan putusan: “… pelaku delik pidana pembalakan liar/illegal loging tidak dapat dibuktikan perbuatan melawan hukumnya.” Tanpa kedatangan saya terakhir tersebut, tak mungkin saya mendapatkan pandangan awal yang lumayan terbuka terkait crusial points dalam pembuktian delik pidana perbuatan melawan hukum (onrechtmatigheidsdaad) delik pidana pembalakan liar/illegal loging, yang selama ini diduga membuat berkas penyidikan prima Polda Riau harus dibuat menjadi sembilan kali bolak-balik antara Polri-Kejaksaan yang berujung antiklimaks dengan dikeluarkannya SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Perkara) pada bulan Desember 2008 lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khusus kepada Ustad Ahmad Jaro salah seorang Mursyid Tasawuf saya dan asistennya Ketua Yayasan Hasbunallah Mas Tri beserta seluruh keluarga besar Yayasan Hasbunallah dari Kota Tanjung, Kalsel. Jazakillah khoir atas doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan bagi keselamatan saya dan tim NGO, yang mendampingi selama berada dihutan Provinsi Riau. Dan juga dana urunan dari jamaah yang diam-diam selalu dimasukkan kedalam tas atau koper saya selama kunjungan spiritual ke Tanjung kemarin, sebagai ekspresi dukungan penuh atas upaya dan kerja keras saya didalam membantu NKRI memerangi pembalakan liar/illegal loging. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang terhormat Duta Besar RI di Belanda Bapak Fanny Habibie yang secara sangat surprise dengan segala kerendahan hati terketuk hati terdalamnya yang saya yakini dikirim oleh Allah SWT untuk menjawab doa panjang saya agar memperoleh kemudahan dana bagi pemenuhan ujian terbuka Doktor saya ini. Pak Fanny menelpon saya langsung dari KBRI di Wassenaar, Belanda tengah malam buta waktu Banten, dan keesokan siang dana hibah beliau langsung masuk kerekening saya dengan jumlah persis sama dengan kebutuhan prosedur administrasi ujian terbuka program Doktor PSL-IPB.&lt;br /&gt;Yang terkasih keluarga besar PPP di Kalimantan Selatan, Bapak Gubernur Rudi Arifin dan Ketua DPRD Kalsel Bapak Saiful Tamliha yang juga membantu menambah biaya sponsor untuk ujian terbuka Doktor saya pada menit-menit terakhir dibutuhkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang membantu disaat tak terduga belakangan ini, Ketua Umum PPP Bapak Drs.H.Surya Dharma Ali,MSi dan istri Ibu Dra.Hj.Wardatul Asriah yang mendorong penulis agar serius menyelesaikan ujian akhir program Doktor ini agar bersegera dapat menambah jumlah kader intelektual PPP untuk bersama merancang kebangkitan ummat dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang dengan ketulusan dan keikhlasannya telah membantu penyelesaian studi Doktoral di IPB ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan oleh anda semua kepada saya. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga disertasi ini walau kecil dan sederhana dapat memberikan setitik sumbangsih harap langkah awal yang paling krusial dan paling jarang dilirik bagi penegakan hukum berdampak jera, untuk seluruh pelaku delik pidana pembalakan liar/illegal loging di Indonesia. Kedepannya Indonesia menunggu kedatangan seorang pemimpin ‘Ratu Adil’ yang ikhlas memberikan keberpihakan pikiran, hati, energi, dan pengaruh kewenangan keputusannya bagi perlindungan keseimbangan lingkungan hidup dan kelestarian hutan tropis Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bogor, April 2009.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-5579921064050297239?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/5579921064050297239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=5579921064050297239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5579921064050297239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5579921064050297239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/prakata-bahasa-indonesia-dalam.html' title='Prakata Bahasa Indonesia Dalam Disertasi Doktorku'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-rvbAD-oI/AAAAAAAAAkM/rc0MoRhZ6bU/s72-c/Copy+of+Marissa+dalam+Kunker+Komisi+4+DPR+RI,+April+2006.Per.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-3715732109946518792</id><published>2009-08-09T22:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T21:05:27.795-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qwCQW28I/AAAAAAAAAkE/DguHykxtw1w/s1600-h/Best+of+MARISSA+dan+BELLA,+1,+2007..jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368197023064841154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 286px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qwCQW28I/AAAAAAAAAkE/DguHykxtw1w/s320/Best+of+MARISSA+dan+BELLA,+1,+2007..jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;INILAH.COM, Jakarta – Meski tercatat sebagai caleg di Pemilu 2009, Marissa Haque memilih untuk berkampanye tentang keselamatan bumi ketimbang mempromosikan diri di hadapan konstituennya. Itu sebanya politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengaku lebih suka bicara soal lingkungan daripada politik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Arief Bayuaji&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-3715732109946518792?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/3715732109946518792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=3715732109946518792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/3715732109946518792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/3715732109946518792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/inilah.html' title=''/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qwCQW28I/AAAAAAAAAkE/DguHykxtw1w/s72-c/Best+of+MARISSA+dan+BELLA,+1,+2007..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-5505424939476649834</id><published>2009-08-09T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T21:07:21.088-07:00</updated><title type='text'>MARISSA HAQUE : CEGAH KANKER DENGAN BUAH MERAH</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qPPhiPwI/AAAAAAAAAj8/eVz9wCws_go/s1600-h/Ikang+Fam+in+Melaka,+Malaysia,+2006..jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368196459690868482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qPPhiPwI/AAAAAAAAAj8/eVz9wCws_go/s320/Ikang+Fam+in+Melaka,+Malaysia,+2006..jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya memiliki riwayat kanker. Untuk itulah, wanita yang satu ini sejak dini memperhatikan kesehatannya. Apa saja yang dilakukan?&lt;br /&gt;Di sebuah media, adik kandung Marissa Haque, Soraya mengaku ada kekhawatiran dalam dirinya soal kesehatan. Nyawa ibundanya terenggut oleh kanker ovarium (indung telur). Sang ibu kemungkinan mewarisi penyakit itu dari neneknya. Penyakit yang sama juga kemudian mengenai adiknya, Shahnaz Haque, sehingga satu indung telurnya harus diangkat.&lt;br /&gt;“Kalau ada ibu yang menderita kanker dan mempunyai anak perempuan, maka bibitnya akan terbawa. Dengan sejarah seperti itu, saya harus hati-hati,” jelas Soraya di sebuah media. Menurutnya, perempuan lebih rentan untuk menderita kanker dibanding pria, karena alat reproduksi perempuan lebih rumit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sejak usia 30 tahun, Soraya yang rajin berpuasa ala Nabi Daud ini menjaga jarak dengan daging merah juga makanan kaleng dan awetan. “Sedapat mungkin saya menghindarinya. Sebagai gantinya, saya mengonsumsi daging putih atau ikan dan makanan segar,” katanya membuka rahasia. Setahun sekali, dia menjalani mammografi dan pap smear untuk memantau kesehatan payudara serta organ reproduksinya.&lt;br /&gt;Dengan kenyataan itu, Marissa Haque mau tak mau juga berhati-hati seperti yang dilakukan Soraya. Sebagai catatan, Marissa juga mengalami masalah kesehatan yakni gangguan tiroid. Marissa juga melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi munculnya sel kanker lantaran orangtuanya mengidap penyakit serupa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu artis cantik ini mengkonsumsi masing-masing sebuah kapsul buah merah dan kapsul Virgin Coconuts Oil (VCO) setiap hari. Selain itu juga untuk menjaga kebugaran. “Stamina meningkat drastis. Jika sehari tidak mengkonsumsi, badan pegal dan drop,” kata artis yang dijadikan ikon buah merah oleh sebuah perusahaan farmasi itu.Menurut Marissa, dalam keluarganya ia pun melakukan hal serupa yakni melakukan tindakan pencegahan. Untuk itu, dibiasakan anak-anaknya mengkonsumsi sayuran dan buah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;*. tommy&lt;br /&gt;Sumber: www.posmo.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-5505424939476649834?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/5505424939476649834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=5505424939476649834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5505424939476649834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5505424939476649834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/marissa-haque-cegah-kanker-dengan-buah.html' title='MARISSA HAQUE : CEGAH KANKER DENGAN BUAH MERAH'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-qPPhiPwI/AAAAAAAAAj8/eVz9wCws_go/s72-c/Ikang+Fam+in+Melaka,+Malaysia,+2006..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-4724775383848057776</id><published>2009-08-09T21:44:00.001-07:00</published><updated>2009-08-19T00:27:49.609-07:00</updated><title type='text'>Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-m8LJ8rPI/AAAAAAAAAj0/oTBHlwK0kL0/s1600-h/mhf+green.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368192833565797618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-m8LJ8rPI/AAAAAAAAAj0/oTBHlwK0kL0/s320/mhf+green.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IPB dan Lingkungan Hidup &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari hari belakangan ini saya merasakan sebuah ‘kemewahan’ luar biasa dan agak ge-er bahwa saya being chosen untuk dapat turut menikmati pendidikan disalah satu kampus terbaik dinegeri ini IPB (Institut Pertanian Bogor). Walaupun disaat SMAN 8 (sekolah unggulan di Jakarta saat itu) saya lulus dari jurusan IPA, namun dengan seribu persen kesadaran penuh saya memilih sebuah fakultas dimana sayapun selalu punya waktu luang untuk shooting film yang menjadi instrumen aktualisasi diri saat itu. Akhirnya pilihan jatuh kepada Fakultas Hukum. Dan sebagai lulusan Fakultas Hukum saya tidak berani bermimpi untuk berdekat-dekatan dengan sebuah universitas yang sangat eksakta semacam IPB ini. Namun, sejarah hidup menetukan lain disaat saya masih duduk sebagai anggota DPR RI melalui suami Ce’ Hetty Koes Endang yang bernama Yusuf Emir Faisal, PhD (DPR RI/Fraksi PKB) dan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Menteri Kelalutan/PDIP) ditambah dorongan teman sesama kader PDIP asal Jambi Elviana dan Prof. Dr. Asep Saefudin, MSc sebagai Purek 4 IPB bidang Pengembangan Usaha saya mencoba ikutan tes masuk program Doktor dan surprisingly lolos pada sekitar tahun 2005. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan saya pada program PSL (Pusat Studi Lingkungan) ini karena memang menyaksikan dengan mata kepala sendiri kehancuran bumi didepan mata namun pemerintah Indonesia sangat naif didalam mengahadapi semua gejala kehancuran alam oleh keserakahan manusia penguasanya. PSL sebagai satu-satunya jurusan yang “multidisiplin” di IPB, juga menyediakan kelas eksekutif bagi orang-orang sibuk yang ingin tetap mengisi kognisinya dengan bidang keilmuan akademik (resmi) namun terhadang kesibukan waktu kerja dan tanggung jawab sosial lainnya. Saya masuk dikelas eksekutif Jumat dan Sabtu di Kampus Baranangsiang, Bogor ini selain karena memang dihari kerja sibuk sebagai anggota DPR RI, juga karena keuangan saya masih sangat lapang disaat itu. Dikelas tempat saya belajar dengan interior manis ber-air condition seperti sekolahku saat di Ohio, Amerika Serikat dulu adalah juga ruang kelas dimana Presiden SBY bersekolah. Sembari bercanda saya dan teman-teman sekelas sering ikutan gantian duduk ditempat Pak SBY dulu duduk dan mengatakan: ” … aaaah… siapa tahu jadi Presiden juga, atau minimal Menteri deeeeh!” tawa kami sekelas berderai bersahut-sahutan. Namun apakah sedemikian mudah lulus dari PSL-IPB? Hmmm… saya belum ingin menjawabnya pada tulisan pertama terkait IPB ini. Karena saya ingin memulainya dengan yang ringan-manis-lucu, sehingga enak untuk disimpan mengkristal didalam memoriku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Etty Riani dari IPB&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pengajar – para dosen – yang dapat berfungsi sebagai fasilitator. Sebenarnya hal ini terjadi dimanapun juga baik di IPB maupun kampus lain, dalam hal ini saya sangat yakin. Dari sejumlah pengajar yang dekat dihati – karena yang bersangkutan telah dipindah kejurusan lain di IPB karenanya saya ingin mengekspresikan rasa terimakasih saya kepada yang bersangkutan – adalah Ibu Dr. Etty Riani, Msi. Beliau ahli ikan dan air (limbah cair dan lain sebagainya). Rumahnya di Bogor dilokasi antara kampus Baranangsiang dan Darmaga. Orangnya pintar namun sangat bersahaja serta rendah hati sesuai dengan rata-rata karakter dasar para pengajar di IPB – sweet and tender hearted lecturers. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya tidak bertemu dengan Bu Etty – demikian panggilan sayang kami sekelas untuknya. Terakhir jumpa disekitar akhir tahun lalu saat beliau tampil menjadi salah seorang pembicara pada diskusi ilmiah di Universitas Terbuka, Situ Gintung, Ciputat sekitar 5-10 menit dari rumahku di Pelangi Bintaro. Dengan rasa rindu saya menemui Bu Etty, menjemputnya serta mengajaknya makan Soto Betawi didepan rumahku yang terkenal kelezatannya diseantero Bintaro. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat duduk sebagai peserta tamu diantara para peserta pada seminar tersebut yang mengangkat topik menarik yaitu tentang Energi Alternatif Ramah Lingkungan. Kita semua mengetahui bahwa lingkungan kita sekarang sudah benar-benar terancam dan kelestariannya sudah sangat menganggu sehingga dikhawatirkan tidak mampu mewariskannya untuk anak cucu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak kebijakan Indonesia belum menunjukkan keberpihakannya terhadap keseimbangan lingkungan hidup – sustainable developments. Padahal masalah kerusakan lingkungan hidup sudah mencapai batas yang sangat mengkhawatirkan. Nah, pada seminar dengan topik Energi Alternatif Ramah Lingkungan itulah Bu Etty tampil sebagai salah seorang pakar mewakili IPB. Kapasitas Ibu Dr. Ir. Etty Riani saat itu sebagai Sekretris Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pasca Sarjana IPB. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bu Etty hari ini sudah tidak lagi berada di PSL-IPB, isu santer yang masuk ketelinga kami karena adanya internal politicings didalam jurusan ini. Walau sebagian lagi secara normatif formal mengatakan karena kontrak kerja Bu Etty sudah selesai dan tidak diperpanjang oleh Ketua Bidang Studi (bukan Dekan karena PSL bukan sebuah Fakultas). Beberapa mahasiswa adik kelasku mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka merasa sangat kehilangan seorang sekretaris jurusan yang penuh perhatian dan pembimbing disertasi yang dengan hati ikhlas tanpa pamrih menjalani fungsinya. Jauh dilubuk hati yang terdalam saya merasa teramat-sangat-kelewat prihatin, bahwa berpolitik praktis bukan terjadi hanya sekedar berada digedung DPR RI namun juga hadir didalam respectable kampus seperti IPB. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenangan mendalamku kepada Bu Etty adalah ketika kami semua didalam kelas selalu diingatkan agar melakukan tindakan penyelamatan bumi melalui tindakan sekecil apapun dan melalui disiplin ilmu apapun. Jadi bukan sekedar si ahli air (hidrolog) atau si ahli tanah (agronom) semata yang memikul tanggung jawab kelestarian lingkungan hidup namun kami-kami dari jurusan hukum dan ilmu sosial kemasyarakatan lainnya juga punya kewajiban memikul tanggung jawabnya. Terkesan seakan sebuah pemaksaan memang, namun dari sana saya merasakan adanya pembelaan dari seorang sekretaris program terhadap pandangan sinis dan ‘sebelah mata’ anak-anak eksakta terhadap kehadiran kami para mahasiswa pasca sarjana kelas Doktor dari jurusan non-eksakta di PSL-IPB. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Bu Etty sering dipanggil sebagai saksi ahli bidang ANDAL (Analisan Dampak Lingkungan) dan AMDAL (Ananlisa Mengenai Dampak Lingkungan) dibeberapa pengadilan terkait kasus delik pidana lingkungan hidup. Dan selalunya (sebagaian besar) argumen ilmiah dari Bu Etty dan timnya (sebagian besar dari IPB) dikalahkan dipengadilan hanya karena ‘dugaan’ politisasi hukum dari keuangan yang maha kuasa dari yang ‘diduga’ para pelaku aktif mafia peradilan Indonesia. Inilah concern Bu Etty terhadap penegakan hukum pidana lingkungan hidup di Indonesia dimana IPB sebagai salah satu institusi pendidikan ditanah air yang memiliki jurusan lingkungan hidup belum dapat meneriakkan kebenaran Segi Tiga Munasinghe yang berisi keseimbangan dari ekologi-ekonomi-sosial didalam sebuah kerangka pikir sistemik yang holistik serta integrated.&lt;br /&gt;Ibu Doktor Etty Riani adalah “IBU” kami di PSL-IPB. Posisi Ibu Etty dimasa kami sekelas kuliah tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun juga penggantinya hari ini. Dari kelompok saya sekelas ada yang sudah lulus, ada yang dipersulit dosen karena ‘diduga’ melakukan delik pidana pemerasan pendidikan, ada yang mulus proses disertasinya karena memiliki keleluasaan finasial dan posisi dikedirjenan tertentu ditanah air, ada yang masih jalan ditempat tidak maju-maju, dan ada yang sedang bersiap menemui Pak Rektor karena hak azazi manusianya (HAM) tidak dilindungi akibat komersialisasi pendidikan oleh oknum tertentu yang secara nyata besinggungan dengan delik pidana pendidikan bilamana secara internal tidak dicarikan jalan keluarnya, dan lain sebagainya. Harus diakui memang dunia pendidikan ditanah air masih eksklusif dan belum menjadi tempat bagi setiap orang untuk menuntut ilmu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada seluruh institusi pendidikan ditanah air, dan tanpa melakukan penyeragaman serta tanpa harus menunjuk nama institusi pendidikan tertentu, kita harus mengakui bahwa mafioso pendidikan di Indonesia memang ada dan mereka eksis serta tersebar dimana-mana! Jadi bagaimana kedepannya kita wajib bersikap didalam menghadapi gaya menejemen institusi pendidikan seperti model ini, wa bil khusus terkait dengan UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang baru saja diketok-palukan namun mendapat respon negatif disana-sini dari seluruh Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamatkan bumi dengan tanganmu menurut pesan Bu Etty, bagi saya hari ini juga termasuk pesan bagaimana menyelamatkan dunia pendidikan ditanah air yang berada diatas kulit kerak bumi didalam menejemen negara bernama Republik Indonesia. Semoga IPB menjadi salah satu pionir yang berani mengatakan BERANTAS MAFIA PENDIDIKAN di Indonesia! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Kita belum merdeka!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-4724775383848057776?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/4724775383848057776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=4724775383848057776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4724775383848057776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4724775383848057776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/selamatkan-bumi-dengan-tanganmu.html' title='Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-m8LJ8rPI/AAAAAAAAAj0/oTBHlwK0kL0/s72-c/mhf+green.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-1486940934532812632</id><published>2009-08-09T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T00:29:26.426-07:00</updated><title type='text'>Sedikit Oleh-oleh Cerita Dibalik Layar Shooting Iklan Oil of Olay 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-lj5NVieI/AAAAAAAAAjs/36FV3Mu_q2E/s1600-h/olay+shooting.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368191316919683554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 257px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-lj5NVieI/AAAAAAAAAjs/36FV3Mu_q2E/s320/olay+shooting.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersama dengan enam figur publik yang terpilih — pada tanggal 10 Juni 2009 — seharian ini saya menyelesaikan shooting iklan versi baru Oil of Olay. AB-Three (Nola, Chyntia, Widi), kakak beradik keluarga Haque (Marissa, Soraya, dan Shahnaz), plus Ira Wibowo. Tujuh perempuan berkeluarga yang berpenampilan terjaga serta mampu tampil cerdas luar dalam, berbagi pengalaman dalam hal tujuh masalah perempuan usia matang untuk seluruh perempuan cerdas Indonesia. Alhamdulillah, kami bertujuh mendapat kepercayaan dari salah satu perusahaan consumer good multinasional P &amp;amp; G (Procter and Gambler) yang kantor Asia Tenggara-nya berpusat di Singapura. Kontrak saya pribadi dengan P &amp;amp; G ini telah diperpanjang sebanyak tiga kali, sekali lagi alhamdulillaaaah… dengan jilbab yang bertengger dikepalaku dan menjadi satu-satunya model ‘berusia terbanyak’ diantara ketujuh dari kami, saya diperbolehkan untuk ‘bersuara’ mewakili produk perawatan kecantikan terkenal didunia ini mewakili kelompok muslimah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik dari Ira wibowo saat bersama ngonbrol pasca jeda di-make up. Once upon a time, Isabella Fawzi (Bella) pada suatu saat distudio Indosiar, Jakarta pernah salah nggelendot pada Katon Bagaskara suaminya karena disangka Bella Katon itu adalah ayahnya – Ikang Fawzi. Secara sepintas sejak sebelum Katon bagaskara dikenal publik dan masih sebagai penyanyi pendatang baru yang sekaligus pramugara Garuda Indonesia memang sering dianggap sepintas memiliki ‘look’ seperti Ikang suamiku. Mantan istri Katon yang dulupun juga pernah saya baca komentarnya disalah satu majalah wanita Indonesia saat lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Singkat kata disaat Bella sadar bahwa dia salah nggelendot dan salah memeluk, tak lama kemudian Bella yang saat itu masih duduk dibangku SMP menangis karena malu takut dianggap ‘lancang,’ padahal saat itu Bella tidak sengaja melakukannya. Bella takut diketawakan oleh orang-orang diruang tunggu studio Indosiar tersebut. Nah, Ira Wibowo rupanya tidak pernah lupa dengan kejadian yang ‘lucu’ tersebut. Dan ketika kami saling bertukar cerita mengenai kondisi keluarga kami masing-masing dan Ira merasa bahagia bahwa Bella ternyata sudah lulus dari Fakultas Sastra Inggris, Universitas Indonesia dan berencana meneruskan pendidikan ditempat Ira dulu kulaih yaitu FISIP-UI jurusan Komunikasi, maka cerita salah ‘nggelendot’ tadi meluncur ringan-santai begitu saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tua pasti akan bangga dengan darah dagingnya sendiri, tak terkecuali termasuk Ira Wibowo dan saya Marissa Haque. Kemampuan prima Isabella Fawzi didalam pronunciation, grammar, dan writing dalam Bahasa Inggrisnya, jauh diatas kemampuan saya sang ibu ketika berada diusia yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bella semakin besar dan menjadi perempuan muda dewasa. Do’a kami ayah dan ibu untuknya – Ikang Fawzi dan Marissa Haque – bagi keselamatan hidup, karir, rezeki, jodoh, didalam kehidupan dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amiiinnn… Semoga Allah SWT meng-ijabah doa kami semua ini. Allahu Akbar!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-1486940934532812632?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/1486940934532812632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=1486940934532812632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/1486940934532812632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/1486940934532812632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/sedikit-oleh-oleh-cerita-dibalik-layar.html' title='Sedikit Oleh-oleh Cerita Dibalik Layar Shooting Iklan Oil of Olay 2009'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-lj5NVieI/AAAAAAAAAjs/36FV3Mu_q2E/s72-c/olay+shooting.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-7287205794341034819</id><published>2009-08-09T21:29:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T21:43:30.486-07:00</updated><title type='text'>MELENGKAPI TULISAN PAK PRAYITNO RAMELAN : PPP YANG SEMAKIN TERPEROSOK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-j9C5KouI/AAAAAAAAAjk/icZTBbQCQJU/s1600-h/MHF+wise+7,+July+25,+2006..jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368189549992911586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 177px; CURSOR: hand; HEIGHT: 297px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-j9C5KouI/AAAAAAAAAjk/icZTBbQCQJU/s320/MHF+wise+7,+July+25,+2006..jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melengkapi Tulisan Pak Prayitno Ramelan: PPP Yang Semakin Terperosok yang telah saya baca pada 6 Augustus 2009 — tertulis sampai hari ini telah terbaca sebanyak 1069 Kali – membuat saya semakin mengelus dada ketika sore tadi mendengar dari salah seorang timsesku di Dapil Jabar 1 bahwa PPP masih akan semakin terkoyak dengan akan keluarnya Pak Bachtiar Chamsah membawa gerbong Parmusinya agar dapat mandiri/independent menjadi partai yang dapat memutuskan sendiri akan bergabung dengan siapa, kapan, dan dimana. Sebagai warga baru di PPP tentu saja saya merasa sangat sedih, mengingat hampir setengah dari anggota timsesku kemarin datang dari kelompok Islam Persis, dan Parmusi. Baru yang setengah lagi pendukung NU sesuai dengan garis keturunan Mama-ku almarhumah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kelihatannya tulisan Pak Prayitno dapat dibaca oleh tamu yang empat mampir dikolomku ini yang mungkin kebetulan adalah pendukung/simpatisan PPP — partai tertua di Indonesia sampai dengan hari ini sejak didirikannya pada tahun 1974 lalu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PPP Yang Semakin Terperosok &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://prayitnoramelan.kompasiana.com/files/2009/08/ppp.jpg"&gt;&lt;/a&gt;PPP atau Partai Persatuan Pembangunan adalah sebuah partai senior atau partai politik tua dikalangan partai politik berasas Islam maupun partai yang berbasis massa Islam. Nasib PPP pasca reformasi 1998 tampak semakin meredup. Pada pemilu 1999 PPP meraih 10,71%, pada pemilu 2004 meraih 8,15% dan pada pemilu bulan April lalu, PPP kembali makin terperosok,hanya memperoleh 5,32%, menduduki peringkat keenam dibawah Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PKS dan PAN. Penurunan perolehan suara dari tiga pemilu tersebut oleh banyak pihak dikatakan lebih banyak disebabkan karena terjadinya konflik di internal partai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari kita telisik partai Islam ini dengan keterperosokkannya.PPP dideklarasikan pada tanggal 5 Januari 1973, merupakan hasil fusi dari empat partai keagamaan yaitu Parmusi, Partai NU (Nahdatul Ulama), PSII (Partai Serikat Islam Indonesia), dan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepemimpinan PPP sejak awal berdirinya PPP dipegang duet tokoh NU dan Parmusi, yaitu Idham Khalid (Ketua Umum Pengurus Besar NU saat itu) sebagai presiden dan Mohammad Syafaat Mintaredja (Ketua Umum Parmusi). PPP saat itu tidak berhasil menggelar muktamar. Pada pemilu 1977, PPP berhasil menguasai beberapa propinsi mengalahkan Golkar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada 1979 kepemimpinan beralih ke Djaelani Naro, PPP menjadi lemah setelah menerima lambang dan asas parpol yang diputuskan Presiden Soeharto. Pada pemilu 1982 beberapa daerah PPP berhasil direbut oleh Golkar. Pada 1984 NU menyatakan kembali ke khitah, kembali terjadi konflik antara Naro dan kelompok delapan. Pada Muktamar 1989 Naro tergeser digantikan duet Parmusi dan NU, yaitu Ismail Hasan Metareum–Matori Abdul Djalil. Pada 1998 dari hasil Muktamar ke-4 Hamzah Haz terpilih sebagai Ketua Umum PPP. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hamzah Haz memimpin dalam dua periode 1998-2003 dan 2003-2007. Hamzah menjadi Wapres sejak 2001, saat itu PPP menjadi partai yang disegani. Tetapi pada 2002 kembali terjadi konflik, Zainuddin MZ bersama beberapa tokoh PPP mendirikan PPP Reformasi sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap PPP. PPP Reformasi pada tahun 2003 berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi. Pada 2007 kepemimpinan beralih kepada Suryadharma Ali, dan kembali terjadi konflik dengan Bachtiar Chamsyah Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP. Peristiwa bermula pada September 2008, Suryadharma Ali memecat kader kesayangan Bachtiar Chamsyah di Parmusi, Irgan Choirul Mahfiz, dari kursi Sekjen DPP PPP. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara Suryadharma Ali dan Bachtiar Chamsyah menunjukkan, PPP sejak awal nampaknya memang belum mampu mengelola perbedaan pendapat di internalnya. Bahkan, jika ditarik lebih jauh lagi, elit PPP tampak lebih mementingkan kepentingan masing-masing kelompok ditubuh partai. Persaingan unsur-unsur fusi yang pada gilirannya jelas sangat memengaruhi kinerja partai. Parpol seharusnya juga menjadi media untuk mengembangkan gagasan dan transformasi ide. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi kini nampak bayangan dalam menjawab pertanyaan, ”Kenapa PPP sebagai parpol Islam tua ini terus terperosok?”&lt;br /&gt;Dari beberapa fakta dan data diatas, sementara dapat ditarik kesimpulan. Pertama, partai ini tidak pernah lepas dari konflik, seharusnya partai politik juga bisa menjadi ajang pengelolaan konflik secara baik. Kedua, karena tetap adanya persaingan unsur fusi, inilah sumber konflik yanng tidak pernah tuntas diselesaikan. Ketiga, lemahnya kepemimpinan partai, yang seharusnya partai politik justru menjadi wadah proses rekrutmen kepemimpinan. Nah, melihat trend penurunan perolehan suara PPP yang stabil sejak 1999-2004 (2,56%) dan 2004-2009 (2,73%), maka apabila kondisi ini tidak cepat diatasi, kemungkinan perolehan suara PPP pada 2014 hanya akan mencapai perolehan suara sekitar 2,7% saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini muncul pertanyaan baru. Dari fakta-fakta tersebut diatas, apakah juga merupakan gambaran bahwa parpol Islam dengan gaya dan pemikiran lama tidak menarik lagi bagi rakyat kita? Apakah para konstituen telah terpengaruh dengan arus globalisasi, reformasi dan demokrasi kebebasan yang kini marak? Semuanya ini patut untuk diteliti lebih lanjut bagi para elit PPP kalau masih tetap ingin eksis sebagai parpol Islam di Indonesia. Apabila kondisi yang melilit parpol ini tetap dibiarkan, diperkirakan pada pemilu 2014 bukan tidak mungkin PPP tidak lolos dari sergapan parliamentary threshold, mengingat mulai adanya wacana PT dinaikkan menjadi 5%. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PPP pada pemilu legislatif 2009 berada dibawah PKS dan PAN. Apakah mungkin gaya kedua partai yang mengusung gaya baru tersebut mungkin lebih baik? Kita bersama mengetahui bahwa mayoritas pemilih berada ditengah, sehingga apabila PPP terus berada dipinggir dengan ide-ide dan konsep lamanya, ditambah dengan beberapa masalah yang melilitnya, makin lama jelas akan semakin terperosok. Demikian sedikit pandangan tentang PPP, partai politik tua dan senior yang semakin terperosok, sayang memang…semoga bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PRAYITNO RAMELAN, Guest Blogger Kompasiana&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-7287205794341034819?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/7287205794341034819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=7287205794341034819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7287205794341034819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7287205794341034819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/melengkapi-tulisan-pak-prayitno-ramelan.html' title='MELENGKAPI TULISAN PAK PRAYITNO RAMELAN : PPP YANG SEMAKIN TERPEROSOK'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-j9C5KouI/AAAAAAAAAjk/icZTBbQCQJU/s72-c/MHF+wise+7,+July+25,+2006..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-7045286230751193339</id><published>2009-08-09T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T21:46:43.963-07:00</updated><title type='text'>KOMPAS TV : LAPORAN MARISSA KE KPK ATAS DUGAAN GRATIFIKASI OKNUM KPU DAN SAKSI PARTAI PPP</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-h-MV8xoI/AAAAAAAAAjc/iQ0v9Pgn_uU/s1600-h/MHF+Cantik+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368187370686170754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 283px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-h-MV8xoI/AAAAAAAAAjc/iQ0v9Pgn_uU/s320/MHF+Cantik+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melalui kolom ini, dari hati sanubari terdalam saya haturkan terimakasih yang tak terhingga atas kebaikan hati Kompas TV dan wa bil khusus Kang Dr. H. Eggy Sudjana Pak Lawyer baik hati bermobil Jaguar yang saya turut tumpangi dari sebuah seminar ke kantor KPK kemarin. Kang Eggy yang tak mau dibayar ini adalah kakak kelasku diprogram Doktor PSL, IPB dan rekan sekader PPP … jazakumullah khoir Ya Ustadz… God bless you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas-tv.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=18587&amp;amp;Itemid=2"&gt;http://www.kompas-tv.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=18587&amp;amp;Itemid=2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa Haque Fawzi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan adanya dugaan politik uang yang dilakukan saksi partai di KPU pada Pemilu Legislatif tahap tiga kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg PPP dari Dapil Jabar 1 (Kota Bandung dan Kota Cimahi) ini ditemani pengacaranya, Eggy Sujana, melaporkan Fernita Darwis dan suaminya Darwis Hamid yang diduga melakukan deal tertentu dengan oknum KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa mengungkapkan kecurangan Fernita yang kala itu menjabat sebagai saksi dari PPP adalah tidak segera mengumumkan nama-nama wakil rakyat yang sesungguhkanya berhak duduk di Senayan dengan alasan rahasia dan masih pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, bersama 15 orang lainnya dari partai berbeda telah kehilangan hak suaranya yang sengaja dihilangkan, dengan pembayaran sebesar Rp 1 miliar per kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dari Ikang Fawzi ini mengaku memperoleh bukti bahwa dari uang hasil deal tersebut, Fenita telah membeli rumah baru yang keduanya berlokasi di sekitar Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bukti-bukti yang ada lainnya, Marissa berharap KPK dapat segera mengusut tuntas kasus ini yang dianggapnya sangatlah tidak fair.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-7045286230751193339?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/7045286230751193339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=7045286230751193339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7045286230751193339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/7045286230751193339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/kompas-tv-laporan-marissa-ke-kpk-atas.html' title='KOMPAS TV : LAPORAN MARISSA KE KPK ATAS DUGAAN GRATIFIKASI OKNUM KPU DAN SAKSI PARTAI PPP'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-h-MV8xoI/AAAAAAAAAjc/iQ0v9Pgn_uU/s72-c/MHF+Cantik+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-1144876125923105641</id><published>2009-08-09T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T23:13:57.094-07:00</updated><title type='text'>SEBELUM FAHAM EKONOMI SYARIAH KENALI DAHULU KONVENSIONALNYA : MARISSA HAQUE DI FEB, UGM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-gzPOj8pI/AAAAAAAAAjU/1B01uCQCX-c/s1600-h/Copy+of+Fresh+Marissa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368186082970301074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-gzPOj8pI/AAAAAAAAAjU/1B01uCQCX-c/s320/Copy+of+Fresh+Marissa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada koridor strategi keuangan ekonomi rente/konvensional dunia – termasuk tunai dan properti — dipengaruhi oleh apa yang terjadi di pasar modal mereka. Pasar modal tersebut telah menahun berfungsi sebagaipenentu arah ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;a href="https://arb07g.blu.livefilestore.com/y1mVEB8AF70bk14DDav8xnel-370HC-HtWou7ILrAsxRQw_wHJ60luU4hyYoIhb00L3V9f2tYWisb1hXkzLjx862NGMio16C6AyZkLnN654pg49rtQ-YfSA6b1spa7btnP10bPFUIKbbPYa79rYyQ_aMw/Logo%20UGM%20-%20Copy.jpg" target="_blank" rel="//arb07g.blu.livefilestore.com/y1mVEB8AF70bk14DDav8xnel-370HC-HtWou7ILrAsxRQw_wHJ60luU4hyYoIhb00L3V9f2tYWisb1hXkzLjx862NGMio16C6AyZkLnN654pg49rtQ-YfSA6b1spa7btnP10bPFUIKbbPYa79rYyQ_aMw/Logo%20UGM%20-%20Copy.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedikit ingin urun rembuk terkait mensosialisasikan prinsip aktivitas ekonomi yang lebih aman didunia serta akhirat, dengan segala kerendahan hati ingin rasanya saya berbagi pengetahuan melalui hal umum terlebih dahulu pada praktek ekonomi konvensional di Indonesia, dan setelahnya bersegera masuk pada inti mengapa harus dan wajib kita semua menoleh pada alternatif kegiatan jual-beli yang dirahmati Allah SWT Azza wa Jalla. Tulisan ini hanyalah sepenggal paper home work pada kelas Financial Management di Fakultas Ekonomi Bisnis, UGM, dimana belakang waktu ini saya menghabiskam jam-jam yang menegangkan sembari menunggu KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI terkait dengan KEPUTUSAN PUTARAN KE 3 LEGISLATIF DPR RI. Semoga ada keberkahan dan mencerahkan… Bismillaaah… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pasar Modal, IPO, Bursa Saham dalam Ekonomi Konvensional Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="https://arb07g.blu.livefilestore.com/y1mD7EhzvzUc7tMj_7XNc_dosnFxCAnqmeUy7xLJcnkaNF2ynhhxNtF7AZNHqOx5gmggMxP6KygoDELOnJbVZrD4eo0x2qX3GMETo4sLeTW3omy4Pgjpy4iRDvW1CZuwUtLdZxfbRxEupX0vNOS90dsyA/UGM,%20Sundari%20Sukotjo,%20Marissa%20Haque.JPG" target="_blank" rel="//arb07g.blu.livefilestore.com/y1mD7EhzvzUc7tMj_7XNc_dosnFxCAnqmeUy7xLJcnkaNF2ynhhxNtF7AZNHqOx5gmggMxP6KygoDELOnJbVZrD4eo0x2qX3GMETo4sLeTW3omy4Pgjpy4iRDvW1CZuwUtLdZxfbRxEupX0vNOS90dsyA/UGM%2C%20Sundari%20Sukotjo%2C%20Marissa%20Haque.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Didalam sebuah manajemen perusahaan, umumnya upaya untuk mendapatkan modal kerja berasal dari dari bank atau sumber pemberi pinjaman finansial lainnya. Namun, modal yang berasal dari kepemilikan saham lebih disukai secara umum didunia. Dengan alasan bahwa begitu saham dikeluarkan dan dibayarkan oleh investor awal, dana yang masuk menjadi milik perusahaan selamanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perusahaan tidak perlu melakukan langkah umum yang biasanya dilakukan didalam sebuah manajemen perusahaan, semisal: (1) membayarkan kembali modal usaha; (2) tidak perlu membayar bunga; (3) juga tidak ada kewajiban untuk membayar dividen – tentunya akan sangat baik bagi sebuah perusahaan semisal membayar dividen dua atau tiga kali didalam setahun namun tidak ada keharusan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPO (Initial Public Offering)&lt;br /&gt;Proses dimana sebuah perusahaan akan masuki bursa saham disebut dengan IPO (Initial Public Offering). Langkah ini merupakan sebuah langkah yang boleh dikatakan rumit, sehingga diperlukan pemahaman yang medalam bagi perusahaan yang merencanakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langkah yang wajib difahamai terkait permasalahan: (1) perlu biaya; (2) melibatkan ahli hukum; (3) melibatkan akuntan; (4) menghadirkan investment bankers; (5) menyediakan spesialis public relation/relasi publik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila posisi kita adalah sebagai seorang calon investor, kita dapat memulainya dengan mendapatkan dokumentasi dari perusahaan yang bersangkutan dalam bentuk prospektus. Sebuah prospektus biasanya berisi: (1) detail informasi terkait dengan perusahaan tersebut; (2) termasuk juga berikut kinerja masa lalu dan prospek ke depannya; tak lupa termasuk (3) proyeksi keuntungan yang mungkin akan didapatkan; (4) laporan keuangan lengkap; (5) rekam jejak para direksi dan komisaris; (6) paket remunerasi dari direksi dan komisaris; (7) para penasehat yang terlibat dalam proses IPO. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membeli saham melalui IPO biasanya lebih murah, karena pada umumnya perusahaan meletakkan harga saham dibawah harga sebenarnya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu tekni/strategi agar segera terjadi kenaikan pada hari pertama penjualan di bursa saham sehingga mampu memberikan image positif. Selain itu biasanya para agent/dealer saham perusahaan akan memilih waktu ketika kondisi perusahaannya baik untuk IPO. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perusahaan yang sudah dapat melakukan IPO dapat mengeluarkan lebih banyak saham dikemudian hari. Dalam proses tersebut biasanya disebut sebagai right issue, yang memberikan hak pada para pemegang saham terdaftar untuk membeli saham dengan rasio tertentu terhadap jumlah saham yang telah dimilikinya pada saat tertentu itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faktor Fundamental Dalam Menganalisa Saham &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebanyakan investor melihat faktor fundamental perusahaan sebelum melakukan investasi. Termasuk dalam faktor fundamental adalah keadaan ekonomi secara umum seperti: (1) tren di industri tertentu; (2) tingkat suku bunga; (3) nilai tukar mata uang asing; (4) kinerja perusahaan yang meliputi laporan keuangan, produk-produk yang dihasilkan, manajemen perusahaan serta banyak lagi faktor-faktor bisnis dan keuangan lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, faktor di pasar saham sifatnya relatif. Karenanya didalam menganalisa angka kita diwajibkan untuk membandingkannya dengan angka yang lain yang sejenis dan dalam kurun waktu yang sama pula. Semisal, bila kita melihat keuntungan sebuah perusahaan sekitar 10 %. Nah, untuk mengetahui apakah 10 % itu baik, rata-rata atau buruk, kita perlu melihat kinerja perusahaan secara umum serta keuntungan perusahaan pesaing lainnya yang sejenis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehingga bila informasi yang didapatkan dari upaya membandingkan tersebut mendapatkan rata-rata keuntungan perusahaan sekitar15 % sementara pesaing utama perusahaan tersebut keuntungannya berada disekitar 20 %, maka dapat disimpulkan sementara waktu bahwa saham tersebut berasal dari sebuah perusahaan dengan kinerja buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Earning Per Share (EPS) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;EPS biasanya digunakan, untuk melihat apakah sebuah perusahaan mengalami kemajuan atau tidak. Angka yang wajibl terebih dulu dilihat oleh para investor adalah ESP (Earning Per Share) ini, jadi jangan tersesat serta terjebak dengan melihat laba perusahaan. Karena kemungkina trik yang biasa dimainkan sebuah perusahaan adalah dengan cara mengeluarkan banyak saham baru untuk membeli perusahaan lain, sehingga seakan mampu meyakinkan melalui kenaikan laba yang meningkat tajam. Namun bilamana dibagi dengan jumlah saham yang lebih banyak itu, maka bisa jadi bahwa kemudian EPS nya jadi malah turun. Indikator dari angka EPS ini sangat tepat untuk mengukur laba yang berkaitan dengan para pemegang saham. Oleh karena angka yang digunakan adalah angka laba sesudah dipotong pajak — EAT (Earning After Tax).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Price Earnings Ratio &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;EPS (Price Earnings Ratio) dapat membantu kita untuk membandingkan kinerja sebuah perusahaan dari tahun ke tahun. Namun bukantidak untuk menilai sebuah perusahaan dibanding lainnya. Membagi earning dengan harga saham menghasilkan angka p/e (price earnings ratio). Angka ini biasanya dipakai untuk melihat apakah harga saham baik nilainya, sekaligus angka ini menggambarkan keuntungan bersih berapa tahun (berdasarkan nilai terakhir) yang dibutuhkan untuk menyamai harga saham. Sebagai contoh misalnya terdapat 2 (dua) buah perusahaan yang memiliki prospek yang sama, maka perusahaan dengan nilai p/e yang lebih rendah adalah yang lebih baik. Karena Perusahaan yang berkembang umumnya memiliki p/e yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Menggunakan p/e &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Biasanya p/e digunakan untuk: (1) membandingkan harga saham beberapa perusahan yang memiliki prospek yang sama; (2) melihat mana perusahaan-perusahaan yang dipandang akan berkembang; (3) menentukan apakah kini waktu yang tepat untuk menjual. Beberapa investor menjual sahamnya apabila p/e nya sudah sekian persen diatas rata-rata; (4) melihat saham-saham mana yang sudah tertinggal. Angka p/e yang rendah menunjukan investor sudah meninggalkan saham tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Analisa Teknis&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini umumnya banyak investor yang merasa bahwa melihat elelmen dari faktor fundamental sebagai sebuah upaya yang buang-buang waktu. Mereka sering manganggap bahwa harga akan naik bilamana jumlah pembeli saham lebih banyak datang dari penjual. Sehingga pada umunya mereka lebih melihat pada elemen analisa teknikal semata. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yaitu melihat: (1) pergerakan harga saham; (2) mencatat naik dan turun; dan (3) melihat pola. Karena memang didalam teorinya dikatakan bahwa sebuah pasar berubah didasarkan atas perubahan harapan dan intuisi para pemain. Sehingga para ‘diagram analyst’ percaya bahwa diagram dari pergerakan harga saham menunjukkan emosi manusiawi dari para investor terkait semisal karakter: (1) serakah; (2) takut; (3) panik; (4) pesimistik; dan (5) optimistik. Didalam praktek pada lantai Pasar Modal, beberapa metoda analisa teknikal yang biasa digunakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Relative Strength Index (RSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSI membandingkan besarnya penguatan dan pelemahan harga saham untuk bisa menilai keadaan “overbought” atau “oversold“. Yaitu, dimana RSI adalah rata-rata harga menguat dibagi rata-rata harga melemah dalam suatu kurun waktu. Nilai RSI ada pada kisaran 1 dan 100. Suatu saham dianggap “over bought” apabila nilai RSI nya mendekati 70 dan dianggap “over sold” bila nilainya mendekati 30. Untuk memahami lebih lanjut, keterangan terkait dengan informasi lebih lengkap RSI dapat dilihat pada alamat web sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;RSI dihitung melalui rumus:&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;RSI = 100 - ———–&lt;br /&gt;1+RS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2) Stochastic Oscillator &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Stochastic Oscillator adalah sebuah alat analisa yang pertamakali dikembangkan oleh George C. Lane pada akhir 1950-an. Analisa ini membandingkan posisi penutupan saham pada saat ini terhadap rentang harga batas atas dan batas bawah selama perioda yang telah ditetapkan. Beberapa informasi yang di hasilkan dari analisa Stochastic Oscillator ini adalah: (1) Informasi overbought/oversold; (2) Indikasi perubahan momentum apabila terjadi crossing; (3) divergence positif dan divergence negatif; serta (4) moving average.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Moving Average &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Moving average adalah pergerakan harga rata-rata suatu saham dalam kurun waktu tertentu. Yang merupakan salah satu indikator yang paling populer dan sederhana, karena sangat mudah didalam pengimplementasikannya kedalam sebuah analisa. Ada banyak variasi aplikasi metode rata-rata bergerak yang digunakan dalam analisa teknikal, yaitu: (1) Simple Moving Average; (2) Weighted Moving Average; dan (3) Exponential Moving Average. Penggunaan ketiga alat indikator tersebut itu sesungguhnya sama namun hanya dibedakan didalam tingkat sensitifitasnya saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aturan umum dalam analisa dimana indikator moving average dinggunakan adalah: (1) moving average Data Aktual yang bermakna signal bearish, harga akan turun; (2) moving average Data Aktual yang bermakna signal bullish, harga akan naik; (3) moving average Pendek berarti signal bullish, harga akan naik; (4) moving average Panjang berarti signal bearish, harga akan turun; (5) Titik Potong antara moving average berarti signal reversal, berarti harga akan berbalik arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang Diperoleh Para Pemegang Saham&lt;br /&gt;Setiap saham biasa mempunyai hak yang sama. Pada rapat umum pemegang saham, satu lembar saham mendapatkan satu suara. Bila posisi kita adalah sebagai seorang pemegang saham, dan kita sedang menghadiri RUPS (Rapat Umum Pemegang Sahap) tahunan, dan RUPS tersebut adalah sebuah RUPS luar biasa. Maka didalam RUPS luar biasa tersebut kita memiliki hak untuk bertanya pada kepada jajaran Direksi dan Komisaris diperusahaan mana investasi kita tanamkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, banyak perusahaan membagikan dividennya sebanyak 2 (dua) atau 3 (tiga) kali dalam setahun. Para pemegang saham memiliki hak untuk memberikan suara terkait jumlah dividen yang akan dibagikan didalam RUPS tahunan tersebut. Namun, umumnya para pemegang saham akan menerima jumlah dividen yang sebelumnya telah ditetapkan oleh jajaran Direksi dan Komisaris perusahaan. Disaat pembagian dividen diumumkan, perusahaan menetapkan tanggal pembayaran dividen pada para pemengang saham yang terdaftar. Lebih lanjut, para Investor yang membeli saham sesudah tanggal pengumuman harus menunggu sampai periode masa berikutnya untuk mendapatkan dividen yang berapa kalinya akan disepakati selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi Saham Reksadana &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Reksadana Saham adalah cara alternatif untuk berinvestasi dipasar saham. Cara ini sangat praktis, terutama bagi para investor kecil dan bagi mereka yang tidak punya banyak waktu dan ketrampilan untuk menganalisa saham. Reksadana dirancang sebagai alat untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang memiliki modal dan keingingan untuk berinvestasi, namun memiliki keterbatasan waktu juga pengetahuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dana yang telah terkumpul di kelola investasinya oleh seorang Investment Manager. Reksadana saham adalah reksadana yang menginvestasikan setidaknya sebesar 80% dari dana yang terkumpul di saham. Beberapa manfaat dari reksadana adalah: (1) Investor dengan dana kecil tetap dapat melakukan diversifikasi pada berbagai jenis investasi. Diversifikasi bertujuan untuk mengurangi resiko; (2) Membantu memudahkan investor berinvestasi di pasar modal. Menentukan saham mana yang sebaiknya di beli tidak mudah, dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman; (3) Efisiensi waktu, karena dana yang diinvestasikan di reksadana di kelola oleh seorang manager investasi yang profesional, sehingga investor tidak perlu memonitor kinerja investasinya setiap saat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, pendekatan ekonomi makro dalam koridor Conventional Economy ini, Reksadana Saham memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan jenis reksadana yang lain. Namun memang dilain pihak reksadana juga memberikan nilai keuntungan yang lebih besar, bila memang edang beruntung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Besambung pada tulisan berikutnya, dengan perbandingan lebih aman, saya akan mengajak anda semua untuk lebih memahami entitas Sukuk dalam Ekonomi Syariah di Indonesia yang insya Allah lebih aman baik dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;. &lt;a href="https://arb07g.blu.livefilestore.com/y1maoZboq5kjOqO8KpeDROqWKOZRSFAI_YETsBTsOQre4RTUhCZD0-YnRwOj6Dhkt4igJB3Npeky1EJBSGtZz7kRsm3nF1freOeaB-K_i-nsdK3-PVt64TcGAt0xbmZin0hUT-L1F5U13Dfz0vjeqrSPA/Jadwal%20Kuliah%20MM-E23B.jpg" target="_blank" rel="//arb07g.blu.livefilestore.com/y1maoZboq5kjOqO8KpeDROqWKOZRSFAI_YETsBTsOQre4RTUhCZD0-YnRwOj6Dhkt4igJB3Npeky1EJBSGtZz7kRsm3nF1freOeaB-K_i-nsdK3-PVt64TcGAt0xbmZin0hUT-L1F5U13Dfz0vjeqrSPA/Jadwal%20Kuliah%20MM-E23B.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-1144876125923105641?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/1144876125923105641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=1144876125923105641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/1144876125923105641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/1144876125923105641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/sebelum-faham-ekonomi-syariah-kenali.html' title='SEBELUM FAHAM EKONOMI SYARIAH KENALI DAHULU KONVENSIONALNYA : MARISSA HAQUE DI FEB, UGM'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-gzPOj8pI/AAAAAAAAAjU/1B01uCQCX-c/s72-c/Copy+of+Fresh+Marissa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-5593520011005835434</id><published>2009-08-09T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T21:08:55.416-07:00</updated><title type='text'>LEPAS DARI PDIP, MARISSA HAQUE KINI AKTIF DI GERAKAN PEMUDA ISLAM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-cpkk3qVI/AAAAAAAAAjM/N5WS46ezjjM/s1600-h/Marissa+for+Banten+Promo,+Augst+2006..JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368181518855809362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-cpkk3qVI/AAAAAAAAAjM/N5WS46ezjjM/s320/Marissa+for+Banten+Promo,+Augst+2006..JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;JAKARTA – Mantan anggota DPR Marissa Haque yang sempat menghilang dari panggung politik, kini kembali aktif sebagai anggota Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (LBHPPGPI) bidang advokasi perempuan. Marissa yang tampil di acara Grand Launching LBHPPGPI, sempat membuat kaget okezone. Pasalnya, sejak perjuangannya melawan kecurangan Pemilihan Gubernur Banten, Marissa seakan hilang ditelan bumi.&lt;br /&gt;“Saya kini sibuk dengan aktivitas pelestarian lingkungan. Bahkan, sekarang saya menjadi anggota LBHPPGPI bidang advokasi perempuan,” ujar Marissa kepada okezone di Kantor GPI, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Kamis (5/7/2007).&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, ketertarikan kembali ke dunia politik setelah diajak temannya untuk bergabung dalam LBH ini. “Kebetulan salah seorang pendiri LBH ini teman saya sesama aktivis bidang hukum, dan saya memang tertarik kembali terjun ke dunia ini,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Marissa yang terlihat anggun mengenakan pakaian jilbab berwarna hitam bercerita, kesibukan di bidang lingkungan hidup tidak kalah serunya. “Saya kemarin baru pulang dari Taman Nasional Bukit 12, Jambi. Saya hampir menangis, dan ngilu melihat penggundulan hutan di sana. Kerusakannya sudah mencapai 50 persen dari keseluruhan hutan,” ungkap Marissa. Untuk itu dirinya berharap, berbagai pihak untuk menyetop illegal logging/penebangan liar dan mulai memelihara kelestarian hutan. “Stop penggundulan hutan dan harus dimulai upaya reboisasi atau perbaikan hutan kembali,” harapnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-5593520011005835434?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/5593520011005835434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=5593520011005835434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5593520011005835434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/5593520011005835434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2009/08/lepas-dari-pdip-marissa-haque-kini.html' title='LEPAS DARI PDIP, MARISSA HAQUE KINI AKTIF DI GERAKAN PEMUDA ISLAM'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/Sn-cpkk3qVI/AAAAAAAAAjM/N5WS46ezjjM/s72-c/Marissa+for+Banten+Promo,+Augst+2006..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-8611871501648709183</id><published>2008-05-30T08:11:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T20:51:20.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim gugur'/><title type='text'>Curriculum Vitae</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama: &lt;/span&gt;Dr. Hj.  Marissa Haque Fawzi, SH, MHum (Marissa Grace Haque)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lahir:&lt;/span&gt; Balikpapan, 15 Oktober 1962&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alamat:&lt;/span&gt; Perum Pelangi Bintaro No. 9, Jl. WR. Supratman, Bintaro Tangerang, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Email:&lt;/span&gt; marissahaque@cbn.net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pendidikan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;S3 (DR / Doktor ) dari IPB (Institut Pertanian Bogor), jurusan PSL (Pengelolaan Sumberdaya Alam &amp;amp; Lingkungan Hidup), status: insya Allah 2-3 minggu lagi lulus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;S2 (MHum / Magister in Humaniora) dari Unika Atmajaya (Universitas Katolik Atmajaya,), Fakultas (LTBI) Linguistik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terapan Bahasa Inggris, jurusan Psycholinguistics, dengan spesialisasi Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Tunarungu (Bisu-tuli), status: LULUS. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;S2 (MM / Magister Management) dari ), UGM (Universitas Gajah Mada), FE-B (Fakultas Ekonomi &amp;amp; Bisnis), jurusan HRO (Human Resource and Organizations), status: sedang kuliah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S2 (MA / Master of Art) dari Ohio University, Athens, USA, dengan jurusan Television, dan Space Communications /Satellite), status: insya Allah 1 Quarter / belum selesai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S2 (MFA / Magister in Fine Art) dari Ohio University, Athens, USA, dengan jurusan Film, status: belum selesai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S1 (SH / Sarjana Hukum) dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta, jurusan Hukum Perdata, status: LULUS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMUN 8 (Sekolah Unggulan di seluruh Jakarta), status: LULUS.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pekerjaan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktris, Photo Model, Politisi, Sutradara Film, Penulis Skenario Flm, Penulis artikel dibeberapa media, Pengacara Non-ligitasi, Direktur Utama PT SAI (Saya Anak Indonesia) Films, Direktur Eksekutif e-Gov Institute di Jakarta dan Surabaya, Spoke Person dari Ristra Beauty Clinic and Cosmetics, Duta Lingkungan Hidup dari KLH, Duta WWF untuk Badak Cula Satu, dan Duta KB Mandiri dari BKKBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Organisasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;PPP (Partai Persatuan Pembangunan, status: Ketua Bidang Lakmis (Lembaga Keuangan Mikro syariah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IKADIN Depok, status: Ketua Bidang Kehormatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MAI (Masyarakat Agrobisnis &amp;amp; agroindustri Indonesia), status: Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HKTI (Himpunan Keluarga Tani Indonesia), status: Anggota&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PARFI (Persatuan artis Film Indonesia), status: Anggota&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PPFI (Persatuan Pengusaha Film Indonesia)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), status: Anggota Pokja Hukum dan Pemerintah DN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LPKD (Lembaga Pengembangan Kapasitas daerah), status: Wakil Ketua&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Marissa Haque Menikah dengan Drs. Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pendidikan suami:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;S2 (MM / Magister Management) dari ), UGM (Universitas Gajah Mada), FE-B (Fakultas Ekonomi &amp;amp; Bisnis), jurusan Strategic management, status: sedang kuliah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S1 (Drs / Doktorandus) dari ), UI (Universitas Indonesia), FISIP   (Fakultas Ilmu Sosial &amp;amp; Politik), jurusan Niaga (Business), status: LULUS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMUN 3, Jakarta, status: LULUS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Dua orang anak Marissa Haque:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isabella Muliawati Fawzi (Bella)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semester 7 di UI (Universitas Indonesia), jurusan Sastra Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marsha Chikita Fawzi (Kiki)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trimester 5 di MMU (Malaysian Multimedia University) milik DR. Mahathir Mohammad, jurusan Computer Graphic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pengalaman Kerja Marissa Haque:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Law:  (1988-1989)&lt;/span&gt; Legal Assistant  at Abikusno and Associate (Law Office), in Jakarta-Indonesia. My responsibilities as a legal assistant were very similar to that of a paralegal in the United States of America.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fashion and Advertising:  (1979-present) &lt;/span&gt;Model for various local and international Companies, Government agencies in Indonesia. As a model for any product, company or agency I maintained a responsibility to represent the product, company or agency in both my professional and private life to the best of my ability. To date I have represented more than 150 products for companies and agencies.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film:  (1981-present)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Actress for Various Companies and Government Agencies, Jakarta–Indonesia :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Feature Film:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Yang Tercinta”- leading actress, 1990&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Sepondok Dua Cinta”- leading actress, 1989&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Biarkan Bulan Itu”- leading actress, 1987&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Dia Bukan Bayiku”- shot in Jakarta and Malaysia, leading actress, 1986&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Sebening “Kaca”- leading actress, 1985&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Matahari-Matahari”- leading actress, 1985&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Melintas Badai”- leading actress, 1985&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Yang Kukuh dan Yang Runtuh”- leading actress, 1984&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Tinggal Landas Buat Kekasih”- supporting actress, 1984&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Kontraktor”- leading actress, 1984&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Serpihan Mutiara Retak”- supporting actress, 1984&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Saat-saat Yang Indah”- supporting actress, 1984&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Anak Suamiku”- supporting actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Seandainya Aku Bisa Memilih”- leading actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Merindukan Kasih Sayang”- leading actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Asmaraku Asmaramu”- supporting actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Hukum Karma”- leading actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Asmara Dibalik Pintu”- leading actress, 1983&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Tangkuban Perahu”- leading actress, 1982&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“IQ Jongkok”- supporting actress, 1982&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Bukan Istri Pilihan”- supporting actress, 1982&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Bawalah Aku Pergi”- shot in Jakarta and Singapore, leading  actress, 1982&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Kembang Semusim”- leading actress, 1981&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Soap Opera:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Kembang Setaman”- supporting actress, 1998&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Dibawah Purnama Aku Berdoa”- leading actress, 1997&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Masih Ada Kapal ke Padang”- leading actress, 1994&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Salah Sambung”- supporting actress, 1993&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Jendela Hati”- leading actress, 1991&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Perempuan Perempuan”- leading actress, 1990&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Producer ('89-'99)  under Rana Artha Mulia (RAM) Film Productions :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produced 2 (two) feature films titled:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Sepondok Dua Cinta”- 1989&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Yang Tercinta”- 1990, shot in Indonesia and in&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produced television dramas / situation comedies:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Kembang Setaman”- 1998, 20 (twenty) episodes @ 48 minutes, shot in Jakarta and Beijing-China&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Gelang Besi” –1998, 14 (fourteen) episodes @ 48 minutes, shot in Batam, Singapore and Johor (Malaysia)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Dibawah Purnama Aku Berdoa”-1997, 27 (twenty seven) @ 27 minutes, shot in East Java and Jeddah, Madinah-Saudi Arabia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Antara Jakarta dan Perth II” –1997, 12 (twelve) episodes @ 48 minutes, shot in Jakarta and Perth-Western Australia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Antara Jakarta dan Perth I” – 1996, 6 (six) episodes @ 48 minutes, shot in Jakarta and Perth-western Australia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Masih Ada Kapal Ke Padang”- 1995, 15 (fifteen) episodes @ 48 minutes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Salah Asoehan”- 1994, 6 (six) episodes @ 48 minutes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Salah Sambung”- 1993, (26 twenty six) episodes @ 24 minutes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Tetanggaku Idolaku”- 1992, 12 (twelve) episodes @ 24 minutes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Perempuan-Perempuan”- 1992, 2 (two) episodes @ 48 minutes&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produced TV Commercials:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Wijaya Karya:”Bali View Real Estate” in Jakarta. Post prod facilities at VHQ-Singapore, 1996&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kao-Japan: “Biore” (facial foam),“Sifone” (shampoo), “Laurier”(feminine napkin) post production at VHQ-Singapore, 1996&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Squibb-USA: “Counterpain”(pain relieving cream), post production at VHQ Singapore, 1996.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takeda-Japan: “Vitacimin” (vitamin c), post production at Iloura-Bangkok (Thailand), 1996&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesia Tourism and Promotion Board: “The Indonesia Spa”, post production in The Bangkok Post, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesia Tourism and Promotion Board: “Golf in Indonesia”, post production in The Bangkok Post, 2003&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Overseas Local Partner:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Assisting RTL channel 4, Netherlands Television Network to cover Indonesian Election days in Jakarta, has shown directly through Palapa Indonesian Satellite, 1992&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Documentary Film:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Indonesian Women Blue Colar”,  for the University of Indonesia and Kalyana Mitra an NGO in Jakarta, 1997&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Director:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Music Video Clip: “Tanpamu Kasih”- sing and compose by&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikang Fawzi, 1999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Director, Script Writer and Producer (2000-present)  under SAI (Saya Anak Indonesia) Film Productions .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Documentary Film:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“The Horse Dancers and the Sinden Singer” (Sang Sinden dan Jaran Kepang), 24 minutes, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Almost Sunrise” (“Matahari Terbit Sebentar Lagi” )-about Indonesian Kretek Cigarette labour in East Java, 30 minutes,  2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Ipung, Gadis Puisi” (“Ipung the Poet Girl”), 6 minutes, 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Lastri, Gadis Photo Model” (“Lastri, the Photo Model”), 6 minutes, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Wiwiek, Berhasil Keluar dari Lokalisasi” (Succeed, Out of teh Localization Area), 6 minutes, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Lastri di Tuban” (“Lastri di Tuban”), 6 minutes, 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Lilies sang Sinden” (“Lilies the Sinden Singer”), 6 minutes, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Borobudur”, for the Indonesia Tourism and Promotion Board, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“The Indonesia Shadow Puppet” (“Wayang Kulit Indonesia”), for the Indonesia Tourism and Promotion Board, 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Bodehi Puppeteers in Athens, Ohio ” (First Year Film), 2002&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“The Rite of The Mask” (Ikranegara Stage Mask Perfomance), 10 minutes, 2002  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;“There is Still a Hope” (“Masih Ada Asa”), about Indonesian domestic helper in Hongkong, 10 minutes, 2002&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Film Scenario:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Bali Enigma”, a 120 minutes lenght Feature Film scenario, 2003&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Published Book:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;“Aminah”, a 20 pages bilingual (English-Indonesian) children book, Rosda Karya Bandung, 2000&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Bahasa Kasih”, a Psycho-linguistics book, developed from Marissa Haque first Master degree, 2004&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Published Articles/Essays:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;In various Magazine, Tabloid, News Papers with broad area of interest: Mother and Child, Family and Society, Religion, Film, Art and Science, Women and Politics in The Jakarta Post, Pikiran Rakyat Bandung, Wanita Indonesia, Femina, Noor, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Grant:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;2002, Federal Assistance Award (USA). To conduct exchange program with Indonesia, to make seven to ten each one minute “Teaching Tolerance” for public advertisement. To be aired at several Indonesian private and public televisions in early 2003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2001, OGS Scholarship from Ohio University. To get a MFA in the School of Film&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1997, Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (DEPNAKER RI), Indonesian Manpower Department To make 27 episodes each 27 (twenty seven minutes) about Indonesian women worker who work in Saudi Arabia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1992, Indomobil Grant. To make 12 (twelve episode) soap operas with some new cars produced by the company as film’s properties&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1990, North Sumatra Tourism Promotion Board to make a feature film in Medan (Indonesia) and Amsterdam-Holland&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Award:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;1995, awarded Second Most Popular Actress by Frank Small Associate Research Centre&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1994, “Salah Asoehan” in which I was the Producer and Scenario team Leader won three awards at the Indonesia Cinema&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Electronic Festival&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1993, awarded as the third Most Famous Indonesian Actress by SCTV (Surya Citra Television)—annually ranking research&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Best Drama TV&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Cinematography&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Art Director       &lt;/li&gt;&lt;li&gt;It was also nominated for:   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Director&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Music Illustrator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Editor Best Supporting Actress&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1992, “Perempuan Perempuan” nominated for the best drama serial at the 1st Cinema Electronic Festival&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1991, “Yang Tercinta” nominated for the best film production at Indonesian Film Festival&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1990, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by POPULAR Magazine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1987, awarded “Best Actress” in film “Matahari Matahari” at 62th Asian Pacific Film Festival in Taipei-Taiwan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1986, “Biarkan Bulan Itu” nominated for Best Actress at the Indonesian Film Festival&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1986, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by GADIS Magazine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1985, awarded “Best Supporting Actress” in film “Tinggal Landas Buat Kekasih” at Indonesian Film Festival 1985,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;nominated “Best Supporting Actress” in film “Serpihan Mutiara Retak” at Indonesian Film Festival&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1985, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by GADIS Magazine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1984, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by GADIS Magazine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1983, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by GADIS Magazine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1983, selected as “The Queen of Toyota Astra Motor” from all models in South East Asia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1982, selected as The Second Most Famous Indonesian Actress by GADIS Magazine&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-8611871501648709183?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/8611871501648709183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=8611871501648709183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8611871501648709183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/8611871501648709183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2008/05/curriculum-vitae.html' title='Curriculum Vitae'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1174390802806341846.post-4224903451403287039</id><published>2008-05-29T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T08:06:20.387-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Semua Cita-cita saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SEARNuYo8UI/AAAAAAAAAGU/joPLQyYeJkg/s1600-h/marissa-acak1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SEARNuYo8UI/AAAAAAAAAGU/joPLQyYeJkg/s320/marissa-acak1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206180096727642434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sulit bagi saya untuk tidak memberikan andil di dunia maya ini. Dunia yang  sekarang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia.  Bagian dari promosi,  informasi bahkan provokasi positif maupun negatif yang dengan mudahnya bisa  diakses oleh siapapun. Lalu mengapa saya sangat bersemangat 'mewarnai' dunia  yang satu ini walaupun, sepertinya, hanya selembut debu?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejujurnya saya  katakan bahwa semangat ini muncul begitu saja. Muncul dari keinginan saya untuk  membuka diri berbagi informasi, berbagi pemikiran, meluruskan yang bengkok,  menambahkan untuk yang sudah lurus, yang paling tidak menurut nurani saya,  sangat mewakili cita-cita saya dan keluarga untuk menyumbangkan kebaikan dan  kebenaran melalui berbagai aktivitas yang selama ini saya 'nyalakan' terus  dengan 'batubara' semangat saya beserta keluarga.&lt;br /&gt;Semangat itu begitu  'panasnya' menyala di tubuh kami, sehingga banyak tampak dan terwujud di  keluarga kami yang sangat 'getol' menuntut ilmu agar selalu 'in' dan fokus dalam  menyumbangkan hal-hal yang saya sebutkan di atas untuk kemaslahatan ummat.  Semampu kami tentunya, semampu dan sebanyak apa yang Allah limpahkan untuk kami,  sebesar itulah yang akan kami dedikasikan untuk semuanya, dan untuk Anda  tentunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1174390802806341846-4224903451403287039?l=marissahaquegogreen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/feeds/4224903451403287039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1174390802806341846&amp;postID=4224903451403287039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4224903451403287039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1174390802806341846/posts/default/4224903451403287039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marissahaquegogreen.blogspot.com/2008/05/di-balik-semua-cita-cita-saya.html' title='Di Balik Semua Cita-cita saya'/><author><name>Marissa Haque-Go Green</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05187472028154874834</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Te8ldSrpCdY/SEARNuYo8UI/AAAAAAAAAGU/joPLQyYeJkg/s72-c/marissa-acak1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
